Jadi mulai tahun depan diberlakukan aturan baru untuk kelas Moto3, Moto2 dan MotoGP. Nah untuk kelas MotoGP diberlakukan 2 aturan baru.
1. Dilarang latihan start pit lane.
Sebenarnya semua sirkuit punya area latihan start dan kalau pun rider mau latihan di bagian lain di track tetap diizinkan selama sesi yang berjalan sudah selesai, tetapi ada sekitar 30% track dengan pit lane besar masih diizinkan untuk latihan start di pit lane. Nah mulai tahun depan ini akan dilarang sehingga latihan start hanya diizinkan di area track ydan klo mau rame-rame ya di tempat khusus latihan start.
2. Batas 20.000 RPM
Batas 20.000 RPM yang sebenarnya sudah diprogramkan ke dalam perangkat lunak Electronic Control Unit (ECU) sekarang dimasukkan ke dalam aturan untuk memperjelas spesifikasi teknis mesin.
Selain itu MotoGP juga melakukan perombakan struktur perusahaan dengan merekrut 4 orang petinggi baru yang sebagian besar berasal dari dunia olahraga hiburan. Kepala Marketing berasal dari Liga Inggris yang mengurus klub-klub bola besar, rekrutan dari Warner Bros untuk Kepala Media, rekrutan dari F1 untuk Kepala Operasional dan rekrutan dari TKO Group (yang sempat mau beli MotoGP) untuk Kepala Strategi. Mereka menurut gosip spoi-spoi adalah orang-orang bertangan dingin untuk menciptakan laba bagi perusahaan. Bau-baunya, rider akan dikorbankan sebagai pion.
Carlos Ezpeleta sendiri kembali mengatakan kegusarannya soal terlalu banyak rider Spanyol di MotoGP sehingga ada kemungkinan beberapa tahun ke depan rider Spanyol hanya bisa naik ke MotoGP jika berada di Top3 klasemen atau juara dunia. Ya kan itu emang politik MotoGP. KTP penting dan untuk itu pun lu harus punya lobby bagus agar dapat team bagus. Karena dengan kondisi seperti ini, team bagus akan rela menunggu demi rebutan rider Spanyol di Top3 dan KTP langka memang pasti dapat seat tetapi di team ampas kecuali lobby-nya bagus. Orang Indo ngetek aja yang bilang MotoGP g pake politik, wkwkwkwkwk.

Barusan baca artikel Dari seorang journo yg pastinya mbakyu tau deh, statement papi peri gg seakan lebih mendukung sparo nyolong ketimbang nasionalisme.
BalasHapusMungkin papi peri gg sudah tau jika rider sparo nyolong tertentu diunggulkan melalui skenario ban