Pecco Bagnaia Yang Diejek Pemuja Marquez Karena Ada Dibawah Bulega di FP1 Tetapi Berakhir P2 Di Pra Kualifikasi #PortugueseGP: Saya Ngetest Ban




Sejak hari Kamis dia sudah bilang ingin punya perassaan yang sama dengan Sepang tetapi di sesi pagi dia berakhir di bawah Bulega yang baru saja mengendarai Desmo secara resmi di akhir pekan balapan untuk pertama kali. Tentu saja ini jadi bahan ejekan para penyembah Marc Marquez yang kembali menuding ada yang salah dengan mental Pecco Bagnaia (seperti yang kembali dinarasikan oleh Lorenzo di media Spanyol hanya demi membuat Pecco kembali jelek setelah para rider di paddock Sepang sadar ada yang salah dengan motornya bukan mentalnya). Tetapi di sesi sore Pra Kualifikasi, dia justru bertengger di P2. Seperti bisa, di bawah motor terbaik di track (klo g menghitung motor pilih kasih Marc Marquez) Desmo GP24 yang dikendarai emak Alex Marquez. Dia nampaknya belajar soal karakter ban di sesi pagi dan itu "mengorbankan" FP1 dia.

"Mungkin Anda tidak mengerti apa yang terjadi, tapi untungnya saya tahu betul. Pagi ini saya salah memilih ban depan, dan untuk menghindari masalah lebih lanjut, karena belum jelas mana yang lebih baik antara ban depan Soft dan Hard, kami tidak menggantinya saat FP1. Lalu, ketika saya mulai pra-kualifikasi dengan ban depan Soft, saya langsung memahaminya; saya langsung merasa lebih baik. Pekerjaan yang kami lakukan positif, karena kami ingin mencoba beberapa hal, dan seiring berjalannya sesi, saya merasa semakin baik. Jadi saya senang dengan perasaan yang saya rasakan, terutama di akhir sesi. Kami juga tahu arah yang harus ditempuh besok. Kondisinya tidak bagus, tetapi catatan waktunya bagus. Hujannya sangat sedikit, tetapi hujannya kotor, yang membuat track sangat licin di beberapa tempat. Untungnya, time attack dicatat tanpa harus memaksakan diri terlalu keras, dan catatan waktunya bagus sejak awal' kata Pecco menjelaskan penyebab dia dihujat oleh penyembah Marc Marquez. Pada dasarnya hari Jumat ini dia merasa feeling yag mirip dengan di Sepang #MalaysianGP.

"Perasaan saya mirip dengan ketika di Sepang. Di sini kami menggunakan set-up yang sedikit berbeda dari yang biasa kami gunakan di Portimao, jadi awalnya terasa aneh bagi saya. Tapi saya tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Masih banyak yang harus dilakukan, karena Alex Marquez memang lebih unggul saat ini, tapi kami sudah cukup dekat. Kami hanya perlu memahami apa yang bisa kami tingkatkan di T4. Dari perspektif itu, saya rasa hari ini berjalan baik. Kami melanjutkan dengan ban belakang Soft untuk melihat bagaimana performanya di balapan, tetapi sayangnya bannya banyak menurun, dan menurut saya, dalam kondisi seperti hari ini, ban tersebut belum menunjukkan potensi penuhnya. Secara keseluruhan, kami sudah melakukan yang terbaik, tetapi saya harus bilang saya senang" tambahnya yang naga-naganya akan pakin ban belakang Medium: yep ban arisan kakak... Dia juga ditanya soal isu keretakan team di paddock dia (Tardozzi yang menghilang dari foto Sprint Sepang adalah pertanda langsung). Terutama setelah dia mengatakan bahwa dia bukanlah seorang "great adapter" seperti Marc Marquez yang langsung idejek oleh journo penyembah Marc Marquez yang juga ada di paddock Sepang.

"Sangat sulit di garasi, karena kami harus mencoba beradaptasi dengan situasi yang belum pernah kami alami. Tahun ini, setiap kali kami tiba di track, hal-hal yang sama yang berhasil di track sebelumnya tidak berhasil. Sebelumnya, semuanya berbeda; motornya sama dan bekerja dengan sangat baik. Sayangnya, tahun ini perasaan saya tidak pernah konsisten, dan juga sulit bagi team untuk mencoba memberi saya motor terbaik yang selalu mereka berikan. Saya selalu sangat menghargai mereka; mereka selalu ada untuk saya dalam situasi apa pun. Harus saya akui, betapapun sulitnya balapan-balapan berikutnya, setidaknya balapan di Jepang sangat membantu saya. Saya tiba dengan perasaan yang luar biasa; motor ini memberi saya apa yang selalu saya inginkan dan apa yang selalu saya miliki di masa lalu. Dan itu melegakan. Tapi secara mental, saya rasa saya selalu menjalani musim yang baik, meskipun tidak mudah" katanya cenderung diplomatis soal kondisi team. Tetapi pujian dia berikan kepada Nicolo Bulega, mantan anak akademi VR46 yang harus hengkang karena balapan di Superbike. Mereka adalah mantan teman sekolah yang akrab (ini jauh berbeda klo sama Fenati).

"Saya rasa Nicolo menjalani debut yang fantastis, tidak semua orang begitu. Memang benar dia melakukan uji coba di Jerez, tetapi dia bahkan tidak menyelesaikan 30 lap di sana, dan dalam kondisi yang kurang optimal. Jadi, dia datang ke sini, setelah satu musim bersama Pirelli, di track seperti ini, yang tidak mudah, dan langsung berada dalam jarak sedetik dari pemimpin klasemen, saya rasa itu adalah hari yang fantastis. Sangat bagus, dia benar-benar membuat saya terkesan" katanya penuh pujian kepada temannya yang atu itu. Seluruh anak VR46 memuji performa debut Bulega kemarin.



Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Amat disayangkn foggia dan baldasari performa kurang memuaskan padahal dulu di moto2 cukup baik.

    BalasHapus
  2. Dear paduka jolor, rider yg sangat jelas punya masalah mental tuh kayak rider yang banting desmo setelah crash di Argentina 2017 🤭

    BalasHapus
  3. apakah ada "curang" di paddock makanya perilaku desmo selalu berubah disetiap trek bahkan tiap sesi selalu ga dpt setup yg pas dan berhasil di track saat balapan krn sesi Practice bagus tp pas balapan selalu "hancur"??

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...