Ducati #IndonesianGP Flop: Dari Pesta Kemenangan Dan Perayaan Gelar Di Motegi Menjadi Crash dan Cedera di Mandalika (Belum Ditambah Drama Klaim Pinjam Meminjam Motor)





Pembela Ducati dan Marc Marquez pada akhir #IndonesianGP setelah kemarin sibuk menghujat #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia bilang bahwa dia ngadi-ngadi, akhirnya mengatakan bahwa Mandalika memang lagi g cocok dengan Ducati. Faktanya hanya GP25-1 milik team akamsi VR46 yang finish dengan para rider team akamsi Gresini (dua sponsornya dari Indonesia) bertengger di podium. Pecco nyaris dioverlap Fermin ketika dia crash. Berusaha keras mengejar P15 agar bisa pulang bawa poin, bannya tuing-tuing di tikungan dan dia crash. Kejadian persis sama dengan kemarin di Sprint Race ketika Tardozzi lagi ngamuk-ngamuk ke Uccio dan dia jadi korban pertikaian keheranan sendiri sama motornya yang "secara teori" karena team yang mengatakan sama dengan di Motegi. Waktu itu gw bilang semoga gw salah bahwa dia merasa ada yang salah dengan motornya tapi g bisa bilang apa karena klo itu motor yang sama mestinya feelingnya g sehancur itu. Dari dominasi Motegi jadi sunmori sendirian di belakang di Mandalika. 

"Saya sangat kecewa dengan balapan ini setelah apa yang terjadi akhir pekan lalu, ketika saya meraih pole position dan memenangkan kedua balapan. Track ini tidak pernah mudah bagi saya, tetapi saya pernah meraih hasil yang bagus di sini sebelumnya (pakai GP24 yang hari ini bertengger di podium). Kali ini saya datang ke sini (dengan motor baru) dan saya tidak menemukan perasaan yang sama seperti di Motegi (team dn Tardozzi bilang motornya sama). Saya tidak bisa memacu motor, saya justru malah kesulitan" kata Pecco setelah balapan berakhir crash.

"Kami belum punya jawaban atas apa yang terjadi akhir pekan ini. Kami akan memeriksa datanya dan para teknisi akan mencoba menemukan solusi untukbalapan berikutnya agar kami bisa bersaing memperebutkan posisi ketiga di kejuaraan. Saya ingin meminta maaf kepada team atas crash itu. Saya terus mempush, meskipun saya satu setengah detik lebih lambat dari para pembalap terdepan. Saya ingin mengejar pembalap kedua terakhir (area poin), tetapi saya malah terjatuh" katanya dalam pernyataan karena g ada debrief pers. Ducati dalam 7 hari berubah dari hure-hure menjadi puk-puk. Marc Marquez yang baru hari Kamis kemarin makan malam perayaan kunci jurdun di hotel mewah Lombok hari ini pulang dengan tangan diperban. Kalau sudah begini, kartu andalan Ducati hanya Pecco yang tersisa. Pirro kemungkinan akan menggantikan Marc di #AustralianGP kalau memang Ducati memutuskan ada rider pengganti. Pirtinyiin gw, apakah Ducati sekarang akan 100% fokus mengurus Pecco karena toh mereka sudah merayakan triple crown kemarin (untungnya sebelum Marc cedera)...?? Atau lebih mengurus Pirro agar dia tampil bagus untuk mempertahankan bahwa Pecco tetap "gila" di mata Tardozzi. 

Ingat, hingga akhir musim Pecco bisa dibilang sudah "tidak berguna" untuk Ducati karena mereka sudah mengamankan triple crown. Di saat yang sama para penyembah Marc Marquez mengkritik kejujuran Pecco dan meminta Ducati memecat dia akhir musim ini karena dianggap memperburuk image Ducati (dan image "tuhan" mereka). Mereka sependapat dengan Tardozzi bahwa ada hal yang tidak perlu dibicarakan di depan media bahkan ketika itu menjadi pertanyaan dan mereka menjawab sejujur yang mereka tau. Mereka bilang "terlalu jujur" Pecco tidak beretika sama seperti gurunya. Yah begitulah toxicnya kaum pemuja manupulasi dan kebohongan.cnya.


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Pada akhirnya ternyata ada yg lebih mengerikan dari mendiang sic58 (maaf bukan bermaksud buruk) tapi mereka selalu punya tempat aman di banding dgn yg sudah pergi.
    Entah apa yg di tanam utek mereka sampai jahat seperti ini, apakah mereka ingin contoh formula 1 diterapkan pada motogp ???

    BalasHapus
  2. entah itu jalan terbaik bagi pecco atau bukan dengan dipecat oleh ducati. tapi kalo dipecat gitu ducati harus bayar penalty ke pecco kan ya mbak (karna masih ada sisa kontrak 1 tahun lagi)?
    kalo sampe akhir musim pecco menjalani race seperti mandalika gini, kayanya bakal ada breaking news pecco meninggalkan ducati sih ini. karna muak juga pasti dia dipermainkan gitu, diinjek2 sendiri di "rumah" nya.

    BalasHapus
  3. Walopun Markues cedera dan mungkin absen sampe akhir musim, kayaknya masalah Pecco lebih parah dari cederanya Markues

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indeed... Masalah Pecco adalah masalah DNA mesin. Solusi cespleng adalah balik ke mesin GP24 tapi itu jelas BIG NO karena ilegal dan dilarang dan mereka adalah pabrikan yang sudah segel jurdun. Bahkan di Motegi pun g mungkin Ducati gila untuk kasih Pecco mesin atau motor GP24 karena itu beresiko poin pabrikan mereka dikorting dan poin seluruh rider dikorting. Contoh kasus klep Yamaha M1 gw lupa tahun berapa. Itu poin pabrikan dipotong, poin semua rider dipotong. Jadi jelas Ducati g akan terlalu gila kasih Pecco motor GP24. Tetapi kalai memanf ada setup yang cocok dengan part yang sudah di homologasi dan memberi sensai GP24 ya itu bisa, tetapi pertanyaannya, kenapa itu bisa gagal total di Mandalika...?? Apakah setup dirubah tanpa sepengatuhan Pecco...? Atau ada part yang diubah...?? Team terutama Gabarrini mengatakan pada Pecco motornya masih sama. Klo motornya sama jelas g mungkin gagal total seperti itu. Mungkin gagal tapi setidaknya sedikitlebih baik dari GP25-1 versi balapan Misano.

      Hapus
  4. sdh pernah anne koment kalau mandalika adalah awal karma 93rmo membayar utang² nya ke valentino rossi karena sampai detik ini 93rmo tdk mau mengakui kebohongan dia pada sepang 2015

    BalasHapus
  5. Pecco akan sembuh jika motornya dikembalikan seperti di Jepang.
    Uchio sudah mengakui bahwa di Misano motornya morbidelli dipinjamkan untuk pecco, dan kemungkinan di Jepang pecco benar-benar menggunakan motor itu, alhasil bisa P1 di sprint dan main race, merasa mentalnya sudah kembali, di Mandalika dikasih lagi GP25, yahh hasilnya tau sendiri.
    Ga paham gw sama para petinggi DUCATI ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasakan baca artikel mbakyu dari terlama sampai terbaru, ducati hanya beri izin coba desmo24 saat misano test bukan pada gp motegi.

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...