Gosip Spoi-Spoi Edisi Gw Lagi Ngurus Podcast: Petinggi Ducati Yang Ternyata Bukan "Orang Tua" Pecco, Antrian Calon Pengganti Marc Marquez Selama Cedera
Kemarin gw ada acara jadi podcast part 2 rencananya klo g ada halangan podcast ntar malam itu juga g janji gw karena lagi sedih kucing gw ditabrak mobil (hiks, anaknya nyariin). Jadi kita bahas gosipan yang bisa gw bahas karena yang g bisa gw bahas (soal mesin Pecco di Jepang VS di Mandalika) sudah gw bahas di podcast colongan khusus Member Premium.
Sooo, Ducati dikabarkan sedang menganalisa data motor Peccodi #IndonesianGP karena performanya yang berbanding terbalik dengan #JapaneseGP. Di saat yang sama secara keseluruhan Desmo GP25-1 adalah "kesalahan" di sirkuit Mandalika. 2 Desmo GP24 mentereng di podium dengan 1 GP24 tersisa unggul dari GP25-1 tersisa. Di sisi lain Ducatisti Italia mempertanyakan cara Ducati memperlakukan jurdun mereka #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia. Tidak adanya transparansi untuk mengakui bahwa benar Ducati salah "memaksakan" motor dan kurang maksimal membantu Pecco sampai Stoner melakukan intervensi paksa terungkap justru dari ember tumpah Uccio.
Yang lebih aneh lagi cara Tardozzi yang nyaris menuduh Uccio berbohong soal fakta motor Morbidelli dipinjam saat #MisanoTest lalu melarang Pecco bicara apa pun mengenai spesifikasi teknis motornya setelah itu, sampai Pecco sendiri terang-terangan bilang muak dengan aturan PR aka publikasi Ducati. Dia dilahirkan oleh Ducati sama seperti si culas Marc Marquez dilahirkan oleh Honda. Dia mempercayai penuh petinggi Ducati layaknya orang tua yang dia tau pasti melindungi dan tidak akan menghianatinya. Meski faktanya Ducati berkali-kali menghianatinya tetapi tahun ini, Ducati terutama Tardozzi berkali-kali pula memberi pernyataan "melecehkan" Pecco tetapi malah meminta Pecco tutup mulut untuk membela diri. Bahkan pernyatan terakhirnya pasca Pecco crash di Mandalika termasuk melecehkan. Mengatakan bahwa "Apakah Pecco Menangis Pada Kami? Itu Tidak Terelakkan" adalah BUKTI bahwa dia tetap ingin mempermalukan Pecco meski dengan embel-embel "melindungi mental" di belakang kalimatnya. Karena itu jelas bukan hal yang perlu dibahas di media. Menurut beberapa pihak, Uccio sengaja jadi ember tumpah sebagai bentuk "dukungan" VR46 dan pengumuman kepada publik bahwa insting Pecco yang selalu diabaikan Tardozzi memang layak dipercaya dan selama ini Ducati enggan mengakuinya.
Ini sangat berbeda dengan kondisi Morbidelli, Raul Fernandez bahkan Marc Marquez sendiri ketika di Honda di mana Papi Peri Puig jadi bumper tingkat dewa untuk melindungi image ridernya meski itu berarti harus mengorbankan image Honda. Morbidelli bahkan ketika sibuk dikritik Spanyol demi Acosta dan Aldeguer justru diayomi oleh sang guru, Valentino Rossi untuk tetap merasa aman dan menjadi dirinya sendiri ketika di track dan itu terlihat tahun ini. Papi Peri Brivio terkadang hanya fokus berbicara soal Ai Ogura ketika dia masih cemerlang untuk menghindari membahas Raul Fernandez yang sempat down di awal musim yang bahkan harus ke psikolog, Raul jelas mengatakan Brivio justru jadi sosok "orang tua" yang mengajaknya bicara empat mata, memberi motivasi tanpa membandingkannya dengan Ogura dan itu berhasil membuat mental dan performanya membaik. Bahkan Papi Peri Pavesio enggan berkata buruk soal #JurdunMenclaMencle Snack Taro yang berkali-kali mengkritik Yamaha dan dia, dia bahkan menegur journo untuk berhenti mengadu domba mereka berdua.
Papi Peri Puig pun sampai sekarang masih tetap melindungi #JurdunTakDianggap Joan Mir meski performanya bertahun-tahun masih rajin crash. Berbanding terbalik dengan Pecco yang jelas-jelas tampak ditinggalkan bahkan "dihukum" oleh Ducati yang dia anggap "orang tua" yang melahirkannya. Tardozzi mengerti benar bahwa "anaknya" ini sangat senitif dan tidak bisa merasa tidak dipercaya apalagi dipermalukan oleh "orang tua" berkali-kali secara terang-terangan di depan publik ketika dia justru tidak diberi kebebasan berbicara. Sekali dia memberontak dan berbicara terbuka soal kondisinya, dia justru dibungkam. Siapa yang tidak kesal dituduh menggunakan motor ilegal di Motegi...?? Itu membuat orang-orang terutama penyembah si culas Marc Marquez kembali mempertanyakan kemampuan dan performa yang sebenarnya. Jelas itu menggangu mental. Siapa yang mau dituduh secara salah...?? Siapa yang mau dihina dan dipermalukan ketika dia tau dia sudah melakukan hal yang benar...?? Tapi ketika dia ingin berbicara, Ducati memintanya diam dan itu justru membuatnya semakin dituduh karena Ducati juga ikut diam tanpa menjelaskan dengan pasti apa yang terjadi dan jelas membuat mentalnya makin terpuruk. Sudah terpuruk, Tardozzi berkicau pulak soal "Apakah dia menangis?". Sungguh bukan "orang tua" yang baik, yang lebih memilih memuja "anak pungut" dan mengejek "anak kandung" terang-terangan.
Karena kekacauan Mandalika, Ducati dikabarkan melakukan analisa kepada semua data Desmo GP25-1 terutama milik Pecco yang jelas-jelas ada yng salah. Di sisi lain bintang baru kesayangan Tardozzi dan Gigi Dall'Igna cedera dan dipastikan akan absen di seri Australia dan Malaysia. Seluruh rider sepakat cedera dia bukan karena ditabrak MarcoBez tetapi karena ada sempadan di gravel (kemungkinan area drainase...? Cobak itu orang Mandalika perbaiki). Karena absennya dia di dua seri mendatang, sama seperti tahun lalu ketika DiGia absen, selain Michele Pirro ada deretan rider WSBK mengantri untuk menggantikan. Iannone yang tahun lalu sudah mendapatkan kesempatannya menggantikan DiGia, kali ini kembali masuk di daftar. Tentu saja ada Nicolo Bulega dan Alvaro Bautista. Siapa pun itu, jelas adalah peluang untuk "mencicipi" neng Desmo pabrikan alih-alih Desmo bekas seperti yang dicicipi Iannone tahun lalu.

Ada juga yg bilang bahwa papi tardozi ingin putus kontrak pecco ?? Entah media #ktpS yg buat narasinya.
BalasHapusNoo. Tardozzi g punya opsi untuk putus kontrak Pecco tetapi ya dia bisa pakai cara halus ala si culas punya "Pecco is not an option" untuk mengarahkan keputusan Domenicalli, backing terkuat Pecco di Ducati sejauh ini. Masalahnya itu juga soal sponsor dan soal Ducatisti.
Hapus