Rider Cool Morbidelli Sang Petarung (Yang Selalu Diminta Merubah Gaya Balapnya) Bikin Emosi Jack Miller Dan DiGia: Saya Mendapat "Pencerahan" Dari RD Crafar Soal Agresif Tanpa Melanggar Aturan








Jack MIller sudah umum dikenal sebagai salah satu rider yang paling sulit disalip meski motornya lebih lambat dari siapa pun yang ada di belakangnya. Cara satu-satunya adalah mencari celah atau kalau ternyata celah itu selalu dia tutup maka memaksa menyalip adalah pilihan terakhir. Dan pilihan inilah yang dilakukan rider cool Morbidelli untuk menyalipnya di #IndonesianGP. Desmo GP24 yang dia gunakan dan penalti yang dia koleksi sampai dapat kartu Oranye dari RD Crafr membuatnya memperhitungkan dengan cermat bagaimana menyalip dengan tetap memberi efek "shock" pada lawannya tanpa menyentuh atau kontak. Alhasil dia berhasil lolos dari lawan=lawan yang enggan menyerahkan posisinya kepada Morbi. 

Ujungnya kedua "korban" dia di Mandalika mengeluh panjang pendek di depan media soal betapa agresifnya (baca: bikin shock) Morbidelli dalam manuver menyalip. DiGia yang adalah rider di bawah kontrak pabrikan Ducati dan pengendara GP25-1 menuding team mate dia itu merusak balapannya karena dia terpaksa mengangkat motor karena tidak ingin ada kontak. Jack Miller yang jelas-jelas adalah rider yang sulit dissalip di track akhirnya kena batunya berujung mengeluh bahwa meski tanpa kontak, melihat Morbidelli datang dari sisi dalam membuat dia menghindar keluar line berbuat DiGia yang ngintil Morbi di belakang ikut menyalip dia dan dia sendiri terjatuh. Morbidelli sudah gw bilang adalah petarung yang bebas. Berada di team VR46 membuatnya merasa aman balapan seperti dirinya sendiri: gaya seorang petarung tanpa beban yang bahkan sang guru, Valentino Rossi pun mengakui sulit menghadapinya di track ketika belum pensiun. Dan ternyata Morbidelli sudah mendapat pencerahan dari RD Crafar karena rajin disidang untuk koleksi penalti.

"Simon memeriksa gerakan menyalip saya dengan sangat cermat. Saya menghabiskan waktu bersamanya tahun ini. Dia menjelaskan kepada saya cara tetap agresif tanpa membahayakan siapa pun. Saya menghormati penilaiannya; penilaiannya adil dan konsisten. Ya, saya rider yang ganas. Saya menyerang kapan pun saya bisa. Tapi saya tak pernah melakukannya dengan buruk sekarang. Saya menghormati batasan: tidak boleh menyentuh, tidak boleh menjatuhkan, tidak boleh membahayakan" kata Morbidelli dengan gaya cool, tenang dan santai. Artinya dia memang sudah diberi batasan oleh RD Crafar soal gaya balapnya yang sekali lagi ada penalti kontak, maka dia akan mendapat penalti ride through dan selanjutnya diskualifikasi.


Yaaaa klo dipikir-pikir gaya balapnya sekarang ketika dia bebas berekspresi sama seperti gaya balap si culas tahun lalu dan ketika kembali dari cedera: grasak-grusuk menyalip dari dalam yang kalau tidak ada kontak akan menyebabkan rider lain mengangkat motor, dan kalau ada kontak maka rider itu kena sapu jagad. Bedanya adalah, si culas Marc Marquez selalu lolos penalti di jaman RD Spencer karena selalu mencari motif terlebih dahulu dan ketika sidang dilakukan biasanya berakhir damai kalau Marc Maruez bilang tidak sengaja. Sedangkan jaman now, RD Crafar menggunakan aturan tikungan lebih dahulu sebelum mencari motif sebagai pemberat. Bagaimana pun battle Morbidelli adalah salah satu perhatian di balapan MotoGP yang sebagian besar membosankan, terlepas apakah hasil battle itu berbuah omelan rival yang "shock" atau malah makian rival yang kena sapu jagad. Aah jangan lupa juga narasi dari media buzzer #ABR karenastatus dia yang adalah anak sulung VR46.

Btw, podcast #IndonesianGP part 2 baru recording nanti malam. Mood gw hancur kemarin karena kucing gw ketabrak dan anaknya nyariin sampai sekarang.

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Yang berani ambil resiko ketika menyalip itu sepertinya morbido dan marcobezz nah pecco dan maro lebih kalem.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pecco ambil resiko selama dia tau dia g bakal crash. Klo crash dia suka kesel sendiri karena itu artinya nol poin. Klo maro meang males battle kasar mah. Hahahahah.

      Hapus
    2. Ipikih ada kesempatan morbido ke lcr misal zarco hengkang, soalnya lcr blm pernah ada rider dari Italia walau sponsornya dari inggris.
      Sejarah lcr dari dulu tempat para rider pengalaman kecuali emak alex hehe.

      Hapus
    3. Kontrak dia 2 tahun. sampai 2027. 2028 baru Morbi ada kesempatan cari seat Zarco.

      Hapus
  2. morbi semenjak di ducati emang lebih grasak grusuk kalo nyalip wkwkwk
    pas dulu masih di petronas yamaha masih smooth banget kalo nyalip.

    turut bersedih buat kucingnya yaa mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya dia smooth di M1 menurut gw lebih karena M1 inline yang smooth. Di Honda dia lumayan g pakai filter klo sama ketemu bebeb Vale di track. Makanya bebeb Vale rela rescue dia ke Petronas.

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...