Jawaban #MalinKundangPerebutHakOrang Marc Marquez Kepada Para Pemujanya Yang Kesal Dia Batal Kunci Gelar Di Misano Agar Bisa Permalukan Valentino Rossi




Yang dengar podcast #CatalanGP part 3 pasti tau ada apa sebenarnya sampai si culas Marc Marquez ikhlas  batal kunci gelar juara dunia ke-9 di #SanMarinoGP Misano. Waktu di podcast gw bilang, para journo, buzzer dan #ABR pemuja Marc Marquez yang justru kesal karena kemenangan emak Alex Marquez membuat 'tuhan' mereka batal melaksanakan skenario "mempermalukan Valentino Rossi di Misano" untuk kunci gelar ke-9 di depan wajah Valentino Rossi, di depan publik Valentino Rossi dan di depan publik Italia yang biasanya pasti ada yang kasih dia boo terutama karena ini Misano. Liberty Media dan Dorna juga bukan "tidak bersalah dan tidak tau apa-apa". Acara Hall of  Fame dan launching the Tower Of Champions yang ternyata dilakukan di Misano (kenapa bukan Barcelona atau tempat lain), pasti dilakukan dengan pertimbangan matang. Sudah gw bilang, hanya Marc yang "mengalah" dari adiknya yang bisa bikin skenario ini gagal. 

Dan itu terjadi di balapan hari Minggu #CatalanGP. Kunci jurdun resmi batal di Misano. Para fans toxic Marc Marquez sibuk mencak-mencak menyalahkan ban sebagai penyebab "tuhan" mereka kalah dari adiknya. Padahal sebenarnya Marc punya karakter tidak akan menyerah hingga akhir dan "mundur" di lap-lap terakhir dengan alasan mustahil menyalip jelas kurang sesuai dengan karakternya. Tetapi jelas itu menyelamatkan hubungan keluarga dan darah dengan Alex Marquez yang baginya lebih penting daripada fans toxic. Dia jadi enggan disuruh-suruh kunci jurdun di mana.

"Saya berusaha mendapatkan match point di sini. Sudah saya katakan, saya tidak peduli di mana atau kapan, tapi saya berusaha mendapatkannya secepat mungkin. Ini berarti melanjutkan dengan mentalitas yang sama, tapi ada pembalap yang lebih cepat dari kami di Catalan. Kami memang yang mencetak poin terbanyak akhir pekan tersebut, tapi itu tidak cukup untuk mendapatkan match point di sini. Sekarang orang-orang bilang Jepang. Saya juga tidak melihatnya semudah itu. Saya pikir match point itu bagus, tapi saya tidak melihatnya semudah itu untuk menutupnya (kunci gelar jurdun) di Jepang, karena itu berarti Álex tidak akan banyak mencetak angka di sana-sini (dia sangat mikirin adiknya sekarang). Jadi, kami akan tetap berpegang pada mentalitas kami, dan salah satu tujuannya adalah mencoba mempertahankan podium, yang merupakan prioritas utama saya antara sekarang dan akhir musim" katanya. Ini mentalitas baru yang menarik karena nampaknya dia ingin kunci jurdun di homerace Valencia...?? Terlalu jauh menurut gw tapi bukan mustahil kalau adiknya terus menang sedangkan dia hanya podium.


"Saya pembalap Ducati, dan ini berarti balapan kandang mereka. Kami komitmen besar di sini, hampir lebih banyak daripada di Catalan. Tapi kami siap untuk itu dan siap menikmati akhir pekan balapan, dalam suasana yang nyaman. Akankah ada ejekan? Pasti. Akankah ada tepuk tangan? Benar, tapi kami akan berusaha memberikan 100% di track, itu yang terpenting. Saya tidak buru-buru, pada akhirnya, saya sudah mengatakannya dan saya akan melanjutkan perkataan saya. Ini tentang mencoba menyelesaikannya sesegera mungkin karena itu berarti kita akan terus berada di jalur yang benar, yang merupakan tujuan utama saya. Saya memang menginginkan situasi ini, yang memberi saya keuntungan besar, sehingga kebutuhan untuk menyelesaikannya sesegera mungkin tidak membuat saya melakukan kesalahan bodoh. Saya bisa saja crash (aish sudah sounding dia), seperti yang dialami Álex terakhir kali, seperti yang telah terjadi di masa lalu dan di masa mendatang. Saya bisa saja crash, tetapi saya berusaha untuk tidak crash secara bodoh karena beberapa balapan terakhir ini saya sudah mulai membangun momentum menuju 2026, dan saya ingin terus berada di jalur yang sama" kata Marc yang g peduli fans dia (termasuk komentator MotoGP) yang koar-koar bahwa dia bakal kunci jurdun di Misano ketika Alex crash di Sprint #CatalanGP.


"Yang bisa menyebabkan crash adalah berkurangnya ketegangan, berkurangnya stres, berkurangnya tekanan, lebih banyak relaksasi, berkurangnya fokus. Jadi lebih banyak terjadi kesalahan. Dan itulah yang terjadi pada saya selama bertahun-tahun. Hampir semua orang akan berkata, saya akan memenangkan gelar di balapan berikutnya. Saya memang menang, tapi lalu saya juga crash. Itu juga karena terlalu percaya diri. Jika Anda melihat seorang pembalap muda Moto3 ketika dia memenangkan balapan pertamanya, balapan berikutnya biasanya merupakan kesalahan atau kesalahan yang buruk. Sangat sulit baginya untuk mulai menang secara teratur karena terlalu percaya diri itu. Bagi kami, di MotoGP, hal itu jarang terjadi pada pembalap yang lebih berpengalaman, tetapi setelah menjadi juara, hal itu bisa terjadi. Kami akan berusaha untuk memastikan hal itu tidak terjadi. Untuk orang-orang yang menyalahkan saya karena tidak memenangkan gelar di Misano karena segan pada Rossi. Mereka yang berpikir seperti itu, menulis seperti itu, persetan dengan mereka. Sekarang Anda menerjemahkannya untuk mereka" kata Marc dengan wajah kesal pada journo #KtpS yang kalau kalian dengar podcast wawancara Morbidelli dengan journo ini, dia selalu menggunakan kata "orang-orang" untuk mewakili entah siapa. Di sisi lain viral video Ducait bahwa Marc memberi semangat pada Pecco pasca hasil buruk Sprint #CatalanGP.


"Membantu Peco bukan posisi dan tanggung jawab saya karena dia sudah dikelilingi orang-orang yang berpengalaman di Kejuaraan Dunia, dan dia juga didukung oleh seluruh Akademi, Ducati. Namun pada akhirnya, kita tidak ingin melihat siapa pun menderita lebih dari biasanya. Tentu saja, kita ingin mengalahkan semua orang, entah itu saudara kita, rekan satu team kita, atau siapa pun. Tetapi saya juga ingin agar Ducati terus berkembang, karena pada akhirnya, itu akan memengaruhi saya juga (nah sadar...??). Dan agar Ducati terus berkembang, kedua pembalap harus melaju kencang, jika kedua pembalap melaju kencang, memberikan umpan balik yang tepat, akan jauh lebih mudah bagi para insinyur untuk terus mengembangkan motor" tutupnya perkara motor pilih kasi" si fake GP24.

Dan karena dia sudah sounding yang penting finish podium dan bisa saja crash yang penting bukan crash bodoh gegara buru-buru, maka biasanya sabda itu terjadi karena yang ngurusin dia biasanya ngikut apa mau dia. Ya emang klo dia mau kunci jurdun di home race Valencia atau setidaknya menunda kunci jurdun di Motegi yang mana itu akan menyakiti Honda, harus ada drama dia cuma bisa podium atau dia crash. Ya g masalah sih klo itu bikin adiknya menang dan senang  lalu bisa hure-hure jurdun di Valencia. Asal jangan sampai malah berujung briking nius aja. Kan berabe klo briking nius yang nongol mengingat Mandalika dan Sepang masih jadi faktor X dia. Tapi semoga gw salah karena sefaktor X apa pun dan sebriking nius apa pun, dia bakal jadi jurdun tahun ini karena itu sabda dia. Kuaci...?? Tetapi yang menarik juga buat gw adalah perkataa dia bahwa dia dan adiknya ada di posisi satu dan dua klasemen mungkin tidak akan terjadi lagi di masa depan juga menarik buat gw. Apakah dia juga sudah menyerah dengan skenario "Pecco is not an option"...?? Karena klo skenario itu jalan, maka klasemen tahun ini akan terulang lagi, di atas kertas.

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Mungkin ini semua termasuk bakal diurusin terlebih dahulu tahun ini, bisa jadi ia sadar untuk menunda/mengurangi bunga ddgn caranya sendiri agar balapan lebih menarik sampe valencia dan adeknya bisa mencoba desmo pabrikan saat test nanti.

    BalasHapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...