Yang dengar podcast terakhir #Mbak_Yu pasti tau bagaimana si cool Morbidelli tersiksa di Austin gegara lututnya yang memang semestinya 6 bulan baru bisa turun track tapi baru 3 bulan sudah turun track. Meskipun dia merasa itu ada baiknya supaya dia g "lupa" sama motor tapi dia pikir awalnya itu tanpa target. Ternyata dia salaaaah.
Meski target triple crown awalnya hanya ada waktu papa Nina masih jadi team mate snack Taro lalu memutuskan mengikhlaskan ambisi itu saat neng Vina memutuskan hengkang, ternyata Yamaha memutuskan untuk tetap "serakah" meski tanpa neng Vina dan kondisi Morbi yang masih sakit lutut. Menuding neng Vina sebagai penghancur impian triple crown karena membuat mereka kehilangan potensi poin darinya yang lumayan untuk klasemen team dan konstruktor, Papa Willow juga g bisa berbuat banyak karenanya Morbi diminta mencetak poin dalam 3 race terakhir musim ini agar Yamaha bisa mendapat triple crown yang terakhir mereka dapatkan di tahun 2015.
“Kami kalah empat balapan atau lebih karena urusan Vinales dan karena itu banyak poin berharga untuk klasemen konstruktor dan team. Team mate baru Fabio (pengganti neng Vina) sejauh ini mengumpulkan nol poin. Kami berharap dalam tiga balapan terakhir Franky akan mampu membalap dengan cepat secara konsisten hingga akhir. Jika dia berhasil mengumpulkan poin seperti biasanya, kami memiliki peluang bagus untuk memenangkan triple crown. Kami ingin merayakan triple crown. Tapi jika kami hanya mendapat satu, itu hanya akan gelar rider" kata Lin Jarvis.
Hmmm... Aji mumpung kakak... Mumpung ini dan mumpung itu. Ekekekek. Yang kasian si Morbido sih. 😟
#Mbak_Yu #FrancoMorbidelli #MotoGP
Live post at mbakyuajalah.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...