Pecco Bagnaia Menanggapi DiGia Yang Cetak Rekor Hasil Curi Kintil Marc Marquez: Sulit Bagi Saya Untuk Ngitil Marc Dan Saya Juga Bukan Orang Yang Suka Curi Kintil Orang
Jadiiii mari kita perjelas... Sejak awal musim penyakit DiGia adalah curi kintil orang. Awalnya dia cari ribut sama Pecco tapi karena sekarang pemimpin klasemen adalah si culas Marc Marquez, maka jadilah si #MalinKundangPerebutHakOrang itu merasakan santan instannya sendiri yang suka curi kintil orang, DiGia berhasil mencuri kintilnya di sirkuit tempat dia dijuliki "king" oleh penyembahnya. Kemarin dia sempat memimpin catatan waktu tanpa perlu pakai ban Soft tetapi di akhir sesi DiGia mencuri kintilnya menggunakan ban Soft dan memecahkan rekor baru. Pada akhirnya dia ngeles toh dia yang penting lolos Q2 meski dia juga g bisa menjamin klo pakai ban Soft akan bisa mengalahkan rekor DiGia yang klo kejadiannya sama kintilnya tetap dicuri ya DiGia bakal tetap lebih cepat lagi. Pecco yang jadi satu-satunya pemakai GP25-1 terdampar di belakang. Sudah gw bilang dia adalah rider paling luruuuuus, curi kintil bukanlah gayanya dan klo pun terpaksa maka itu hanya atas persetujuan dan kesediaan yang dia kintil. Dan kemarin dia memang pakai sasis baru.
"Ini hari Jumat kedua berturut-turut di mana saya pikir kami bekerja dengan sangat baik, seperti di Assen. Banyak lap, perubahan yang tepat, saya senang. Sayangnya, time attack-nya tidak berjalan dengan baik. Tidak satu pun, jadi saya tidak bisa kompetitif di empat lap, dan itu disayangkan karena potensinya ada. Saya merasa baik sejak pagi ini. Sore ini kami langsung start dan saya bisa cepat. Saya agak melambat di lap pra-kualifikasi kedua, tetapi di lap ketiga saya melaju sedikit lebih cepat lagi. Jadi, semuanya positif, kecuali untuk time attack di mana saya tidak bisa memanfaatkan ban baru. Saya punya beberapa part untuk dicoba, saya punya rangka baru untuk dicoba" katanya senang meski g terlalu suka time attack dia mengingat fakta bahwa bestie dia, si kriwil Bez yang kesulitan nyaris terdampar di Q1 berhasil mencuri kintil dia dan lolos ke Q2 dengan catatan waktu lebih baik darinya.
"Saat menguji frame dalam suatu sesi, Anda menerima resiko berada di luar sepuluh besar, tetapi saya berada dalam situasi di mana saya ingin memiliki gambaran yang lebih jelas tentang perasaan saya, jadi mencobanya adalah keputusan yang tepat, dan kami sudah sepakat dengan team (soal resiko terdmpr di Q1), jadi semuanya positif hari ini. Dan semua persis seperti yang saya perkirakan. Ini rangka yang saya uji tahun lalu dalam situasi tertentu. Sayangnya, saya tidak bisa menggunakannya saat balapan akhir pekan. Tapi saya menyukainya. Rangka ini memberikan grip yang kuat, membantu membelokkan motor, tetapi cenderung membuat bagian depan banyak bergerak. Jadi, di track di mana Anda tidak sering berbelok dengan rem, itu bukan masalah. Di track di mana Anda harus sering berbelok, dengan sedikit gas sepanjang waktu, itu bukan yang terbaik karena cenderung membuat bagian depan banyak bergerak. Jadi kami tidak akan menggunakannya di sini, tetapi saya pikir itu sesuatu yang pasti akan kami coba lagi di masa mendatang. Pekerjaan yang kami lakukan adalah mencoba untuk mendapatkan kembali beberapa sensasi dari tahun lalu" katany soal sasis baru yang karena posisi dia di klasemen sudah tertinggal jauh, dia sudah bisa menguji part di akhir pekan tanpa tekanan performa terbaik.
Di saat yang sama secara mengejutkan DiGia berhasil "mengalahkan" si culas Marc Marquez di sirkuit kekuasaan #MalinKundangPerebutHakOrang itu. Meski DiGia juga memakai cara culas yang sering dipakai si culas sendiri: Curi Kintil aka Marc kena santan instannya sendiri. Di sisi lain saking Pecco g suka curi kintil, kintil dia malah dicuri bestie dia, si kriwil Bez yang kesulitan lolos ke Q2. Dan jadilah Pecco sebagai sebijinya GP25-1 yang terdampar di bagian bawah Top10.
"Ini track di mana Diggia selalu sangat kuat dan berhasil mencatat waktu yang hebat. Dia mampu mengikuti (curi kintil) Marc sepanjang hari ini, siapa lagi yang lebih baik daripada dia (Marc) untuk mengajari Anda cara melaju kencang di Sachsenring? Jadi menurut saya, dia melakukannya dengan sangat baik. Saya melihat lapnya di telemetri, itu benar-benar menakutkan, jadi... Hebat sekali! Kenapa saya tidak melakukan hal yang sama? Mengikuti Marc selalu sulit karena kami selalu memulai (time attack) di waktu yang berbeda, dan menurut saya tidak mudah untuk mengikuti seperti itu (curi kintil orang itu jahat emang). Lagipula, saya tidak suka mengikuti orang lain (sambil senyum). Lagipula, saya punya data telemetri Marc, saya bisa melihat semuanya, saya tahu di mana letak perbedaannya dan saya akan berusaha untuk melakukannya juga. Dari pagi hingga sore, dengan ban dari run pertama, kami jauh lebih dekat daripada di pagi hari dan sayangnya di sore hari hasilnya kurang memuaskan, tapi tetap saja, saya lebih dekat dari yang saya kira." tutupnya tenang.
Bez sendiri bilang dia curi kintil Pecco bukan sengaja tapi lebih karena dia kebetulan dapat Pecco di track. Dan dengan posisi terancam di Q1, dia akan tetap berusaha mencetak waktu untuk lolos ke Q2 meski dia harus melakukannya sendiri tanpa curi kintil Pecco, yang mungkin g sebaik catatan waktu ketika dia curi kintil Pecco.

Sasis baru apa sasis tahun lalu yg g di kasih papi peri gigi karna lg bertarung jurdun?
BalasHapusPerforma pecco ini mirip seperti adipati enea tahun 2024 dimana hanya menang beberapakali dan sering podium 2 atau 3 kadang tanpa podium. Sungguh miris dgn sejarah baru yaitu sangraja kalah oleh adipati dgn pabrikan yg sama.
Klo gw pikir itu sasis Misano sih..
Hapus