Jadi hari ini rider cool Morbidelli memimpin catatan waktu disusul #JurdunMenclaMencle Snack Taro dan emak Alex Marquez. Yang crash hari ini adalah #CalonIkanNiuBaru Acosta, dan duo Ducati Pecco Bagnaia dan si culas Marc Marquez. Katanya sempat hujan dikit (gw udah pulang itu) tapi untungnya g ada angin. Yang cukup menarik adalah motor Marc sempat mogok di T2, selain itu motor Papa Lucas di T9 dan motor Papa Joan di track lurus depan paddock.
Uccio sempat ditanya soal patah bahu DiGia yang ternyata hanya gegara perkara remeh temeh: Wheelie di antara T4 dan T5. Dia sampai mengawali wawancara dengan pembelaan "dia terlahir untuk wheelie". Karena setelah sempat menunggu lama untuk memperbaiki setup motornya dia tergoda untuk wheelie setelah berhasil cetak waktu sebelum istirahat. Ban depan ngelock, ban belakang maju terlalu cepat dan crash-lah dia dengan bahu mendarat duluan dan patah dengan sukses. Kata Uccio, DiGia sampai minta-minta maaf ke team gegara isengnya berbuah cedera lagi tapi dia bilang g perlua minta maaf karena dia tau rider juga perlu senang-senang (wheelie) karena dia (dan rider lamanya aka bebeb Vale) juga suka gitu.
Cuma misilihnyi idilih ban depan yang dipake bukan ban time attack aka ban medium baru yang diuji neng Michel. Ban jenis yang sama dipakai oleh #JurdunMangkage Jorge Martin ketika crash. Uccio senada dengan Papi Peri Rivola menuding ban ada di belakang semua ini. Mereka merasa Michelin ngasih terlalu banyak opsi ban yang bikin bingung dan di saat yang sama alokasi ban lama (yang dipakai tahun lalu) ada yang g berfungsi (bahasa paddock untuk bilang ban apes akakakakak). Sementara mereka menguji motor baru dengan part baru.
Untuk mengatur penggunaan ban, rider menyimpan ban soft kualifikasi khusus untuk time attack sore hari jadi di luar itu mereka pake ban apa aja yang bisa dipake termasuk alokasi dua jenis ban depan baru untuk 2026. Kata Uccio Michelin harus mengubah cara kerjanya karena klo memaksa rider mau g mau pakai alokasi ban asal-asalan dan beresiko Michelin melalui si bakso Taramasso seperti biasa, cuci tangan pakai alkohol 99,99%. Yakin bahwa crash Martin g ada hubungan dengan ban karena suhu ban seharusnya sudah dicapai oleh Martin ketika crash. Crash itu katanya salah Martin karena ban Medium yang dipakai seharusnya dipakai di kondisi suhu track lebih tinggi meski suhu bannya sudah pas. Dia bilang sudah ngomong sama Aprilia soal itu dan membantah bahwa ban lama asli tahun lalu yang dipakai rider adalah ban gagal yang suma disimpan dalam gudang dengan kondisi panas jadi semacam "sudah terpakai" karena karetnya sudah memuai. Dia bilang tu ban sudah diproduki sedah awal 2024 dan ketika g dipakai di Sepang, dibawa kembali ke Eropa melalui jalur laut. Dia juga bilang g semua ban depan baru buruk karena ada yang disukai oleh Pecco dan Martin (berdasarkan data pengujian tahun lalu di Misano dan Barcelona).
"Ada tiga ban depan baru, salah satunya adalah kompon medium-hard baru yang disebut F. Banyak pembalap yang menyukainya, menyelesaikan hampir 30 lap. Kami ingin menggunakannya pada tahun 2026. Lalu ada dua evolusi konstruksi baru yang telah diuji tahun lalu, yang sangat disukai Pecco dan Martin. Kami bekerja terutama pada stabilitas dengan tujuan untuk tahun 2026" kata si bakso Taramasso yang artinya total dengan ban lama ada 4 kompon alokasi ban depan untuk rider yang mana g semua ban depan lama bisa memenuhi kebutuhan mereka. Ini keknya klo team bikin petisi ban ke Michelin karena "God's Menu Ban" yang terlalu banyak. Lain desert lain apptizer lain main menu itu juga menunya prasmanan. Ridernya yang pusing karena lapar tapi nasi cuma dikit ekekekekek. Ini klo gini terus Pirelli beneran bisa masuk 2027 deh. Kontrak Michelin habis 2026 dengan opsi perpanjangan 2 tahun hingga 2028. Let's see apakah #BanGhoib mau nambahin menu, ngurangin menu atau main ghoib biar ada dukungan dari skenario...??
Oh iya seperti tadi gw bahas di postingan siang, Savadori menggantikan Martin di Aprilia. Bez mengaku sedikit kuatir dengan absennya Martin karena pengembangan dan pemilihan mesin otomatis jadi tanggung jawab dia. Untungnya Savadori juga membantu pengembangan jadi masukan Savadori akan bermanfaat karena dia lebih kenal RS-GP daripada Bez. Jelas g mungkin nanya sama Ai kan. Ekekekekek. Menurut gw ini karena dia g mau klo ternyata mesin pilihan dia gagal di si #JurdunMangkage, jadi Sava yang akan bantu dia pilih mesin. Dan Uccio bilang Pirro bukan jadi pengganti DiGia tetapi dia "minjam" garasi DiGia untuk team test Ducati yang mengerjakan pengembangan dan pengujian part dengan motornya sendiri dan teamnya sendiri, team DiGia di VR46 ikut membantu sebagai bentuk dukungan (daripada gabut ye kan).






Neng Michel syka cari sensasi, tp kok ga ada santan instan buat neng michel???
BalasHapusLha mereka ngikut skenario sebagai suplier tunggal. Selama diizinkan oleh yang punya skenario ya g salah. Ban apes pasti ada. Dan selama test g ada jatah2an adanya undian. Dan khusus ban sample uji coba biasanya yang turun adalah ori semua biar dapat review bagus.
Hapus