Quick Update #MotoGP #SepangTest Day 1 Sebelum Gw Ke Mana-Mana: Papi Peri Rivola Pusing 7 Balapan, Percik Clash Di Paddock Yamaha dan Duo Ducati Kok Marc Marquez Lebih Cepat




Soooo, daripada gw ngetik artikelnya satu-satu yang mana itu lebih lama daripada gw nyerocos di podcast nanti. Kita quick update aja lah yak karena gw otw sirkuit lagi pagi ini (klo sore panas banget). Jadi baru hari pertama #SepangTest Papi Peri Rivola udah pusing 7 balapan (jangan sampe 7 musim lah yak) karena 2 rider "penting" nya, Raul Fernandez yang adalah "rider senior" dan Jorge Martin yang adalah #JurdunMangkage diharuskan pulang gegara patah-patah. Gw bilang patah-patah karena emang tulangnya patah di lebih dari satu tempat. Raul patah telapak tangan dan jari kaki, Martin patah tangan dan kaki. Jadi kitinyi agenda hari pertama ini adalah murni beradaptasi dengan RS-GP25 dan itu semuanya amburadul kecuali untuk si kriwil Bez. 

Dia sendiri g tau apa penyebab jelas Martin dan Raul crash karena telemetri g mau bagi-bagi rahasia apa yang terjadi di T1 dan T2 itu. Martin crash 2 kali dengan motor dan ban dan setup yang sama persis. Bannya pun jenis ban yang dipakai tahun lalu karena neng Michelin ngasih mereka 2 ban depan baru 2026 untuk uji coba. Entah apakah ada ban apes dalam test kali ini tapi crash dengan 2 rider pulang dalam satu hari baru di hari pertama bukanlah pertanda baik untuk pabrikan ambisius ini. Untungnya Bez memberi feed back cukup baik dengan motor 2025 yang belum klar aka masih akan ada versi baru di Buriram nanti meski itu juga adalah update dari versi Barcelona tahun lalu. Papi Peri Rivola jelas bilang bahwa proses adaptasi Martin jelas mundur 3 hari dan dia harap #BuriramTest nanti Martin bisa nongol karena kklo g, maka adaptasinya dengan RS-GP25 praktis hanya 1 hari dan sorry to say Bez yang akan memilih mesin 2025. 

DiGia...?? Sejak dia ngider suka-suka di Mandalika bareng VR46 Riders Academy gw sudah wanti-wanti jangan sampai crash karena kondisi bahu 85% dia paksa ngetrack jelas proses penyembuhan akan melambat bahkan mundur. Lha dia malah crash, ya patah lagi dan jadilah ala Pertamina "mulai dari nol yak...??". Apakah dia bisa nongol di Buriram...?? Semoga gw salah bahwa operasi akan menyebabkan progres penyembuhan kembali ke 0% dan artinya another 2 months on the sofa. Rider cool Morbidelli cukup puas dengan Desmo GP24 karena dia bia cukup cepat dan baginya itu keuntungan karena dia lebih mengenali motornya pasca tahun lalu dia juga harus memulai musim dengan adaptasi 0% gegara crash parah di latihan private Portimao. Dia bilang untuk awal musim memakai motor jadul yag sudah klar pengembangan memang akan jadi keuntungan karena motor pabrikan masih mencari selak, tapi dia sendiri kurang yakin sampai kapan keuntungan itu bertahan karena duo pabrikan punya kecepatan adaptasi juga berbeda.

Si culas #MalinKundangPerebutHakOrang Marc Marquez bertengger di P2 di hari pertama juga ternyata mencetak time attack dengan Desmo GP24. Menurut gw semoga gw salah, harga dirinya masih terlalu tinggi dan agak kurang ikhlas M1 2024 dan para Desmo GP24 memimpin catatan waktu jelang akhir hari. Ngeles dia adalah karena dia lemah di time attack jadi meski time attack itu g berguna karena dia g akan pake tu motor tahun ini dia pengen nyoba time attack pake tu motor. Ibarat kata, aaah elu-elu pake Desmo GP24 pada cepat, liat nih klo gw yang pake jauh lebih cepat dari elu pada kan...?? Semoga gw salah bahwa harga diri adalah kelemahan terbesar dan senjata makan tuan si culas. Dia senang karena meski arah pengembangan motornya jelas berbeda dengan raja Ducati #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia tetapi reaksi feedback mereka sama dan yang paling dia sukai adalah reaksi cepat tanggap Ducati memberinya solusi tanpa menunggu "besok" yang biasanya dia terima di Gresini dan Honda. Raja Ducati Pecco senang karena motor kali ini lebih halus daripada versi Barcelona dan feedback dengan adipati barunya mirip-mirip meski arah pengembangan mereka berbeda, dia harap Ducati bisa menemukan titik tengah secepatnya sebelum penentuan mesin 2025.

Dia juga sempat ditanya perkara banyaknya crash di hari pertama #SepangTest. Menurutnya itu kombinasi angin dan track yang terlalu ngegrip. Grip Sepang sebenarnya biasa aja, tetapi menjadi jauh lebih ngegrip karena sudah dipakai 3 hari untuk #SepangShakedown minggu lalu jadi motor lebih cepat ngelock. Perkara angin ini juga menjadi perkiraan Papa Lucas yang memilih bubar lebih awal kemarin karena terlalu banyak angin membuat rider lebih beresiko crash ketika menguji part dan aero baru mengingat reaksi motor belum bisa diperkirakan dengan part baru itu. Jadilah dia ketinggalan di catatan waktu akhir hari. Cara kerjanya ini beda dengan #JurdunMenclaMencle Snack Taro yang bablas aja ngetrack dengan semua part baru, ada angin atau g dan Papa Lucas mengatakan bukan bermaksud mengkritik Snack Taro tapi menurutnya g ada gunanya menguji aero dan part baru klo track terlalu berangin karena feed back yang diberikan bukanlah feed back yang sebenarnya malah beresiko crash. Dia juga bilang hari ini klo track masih berangin dia akan memilih hanya menguji part dan aero yang lebih "ramah" angin. Mari kita tunggu apa reaksi #JurdunMenclaMencle atas perkataan Papa Lucas ini.

Mantan adipati Ducati, Enea Bastianini yang juga crash kemarin mengatakan bahwa dia crash lebih karena kurang nyaman dengan motornya. Tetapi dia g mengkritik KTM karena toh KTM nampak memodifikasi tangki agar dia lebih nyaman (liat bagian putih tangki motor pasca crash) pasca bikin motor kek besi loakan di Barcelona kemarin. Menurutnya RC16 2025 memiliki potensi bagus yang harus dia pelajari dan manfaatkan. Jadi menurutnya hari pertama yang lagi-lagi diisi dengan crash adalah bagian dari adaptasi dan pengenalan dengan motor.




Kita lihat aja, hari ini apakah track Sepang lebih ramah pada para rider atau itu yang "belum pulang" di sekitar sektor 1 masih mau iseng lagi. Mungkin memang ini perkara angin karena di shakedown minggu lalu kendalanya lebih karena track basah gegara hujan dan mereka baru bisa maksimal di hari terakhir yang mungkin g terlalu berangin. Sementara di test kali ini para rider yang nongol adalah rider full time non konsesi yang niat banget menguji part dan adaptasi karena harus sudah 100% di balapan pertama. Motivasi dan keadaannya sudah berbeda dibanding shakedown yang cuma diikuti para test rider, rider full time konsesi dan rookie.

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Klo morbi dikasih gp25 apakah Ducati mau???

    BalasHapus
    Balasan
    1. G boleh karena kontraknya adalah GP24. Ini beda dengan Trackhouse tahun lalu yang dijanjikan 2 motor pabrikan malah yang nongol cuma 1. Tapi klo ada rider team pabrikan absen dan Ducati izinkan, dia bisa menggantikan dan naik GP25 di sana dengan Pirro menggantikan naik GP24 dia. Itu bisa. Tapi pasti #ABR bakal berisik.

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...