Peliknya Konsesi "Paksaan" Dorna Untuk Para Raksasa Jepang Ketika Ducati VS Eperibadeh Lebih Penting Bagi Pabrikan Eropa
Jelang pertemuan penting komisi Geand Prix di #ValenciaGP, Dorna getol melobby konsesi paksaan bagi paea raksasa pabrikan Jepang. Bagi Ezpeleta family, itu adalah hal yang lebih penting bagi kejuaraan dibanding tantrum para pabrikan soal dominasi Ducati di track dengan 3 team satelit dan 8 rider total. Tapi fakta bahwa para pabrikan Jepang punya kuaci g habis-habis tapi minta konsesi paksaan sedikit di luar nurul bagi pabrikan Eropa. Pit Beirer punya alasan masuk akal karena akhir-akhir ini Yamaha membaik.
Sementara Aprilia mau beri persetujuan konsesi paksaan asaaaaaal Dorna mau mengeluarkan aturan untuk mengurangi jumlah satelit pabrikan Ducati karena menurut mereka itu sangat menguntungkan Ducati dalam pengambilan data. Sehingga pabrikan lain bisa bikin team satelit mereka menggunakan kuota seat yang ada (ini sih semestinya yang komplen KTM atau Yamaha ye kan?). Hal ini dibalas telak oleh Papi Peri Gigi yang menganggap g ada hubungan jumlah satelit dengan kesusksesan sebuah pabrikan, karena otu tergantung bagaimana kemauan pabrikan itu sendiri membantu para satelitnya untuk sukses sebagai sebuah pabrikan. Mengingat fakta bahwa Aprilia justru lebih sukses ketika g punya satelit dibanding saat ini ketika punya satelit dimana mereka memberi bantuan subsidi 3 jeti Euro per tahun untuk team RNF besutan Dato R itu.
"Aprilia tidak memiliki team satelit pada tahun 2022, tetapi beraaing untuk Kejuaraan Dunia untuk waktu beberapa lama. Pada tahun 2023 mereka menurunkan team satelit untuk pertama kalinya, tetapi tidak dapat dikatakan bahwa itu menjadi lebih kuat sebagai hasilnya" kata Papi Peri Gigi membalas nyinyiran Papi Rivola dari Aprilia. Hal senada diucapkan Ketua DPRD Tingkat Pusat Carmelo Ezpeleta. Karena mekanisme pasar berlaku untuk team satelit, klo tawar menawar harga cocok dengan pabrikan ya mereka boleh bergabung karena itu perkara kuaci dan kepuasan team satelit. Bukan g mungkin team satelit lebih memilih g bikin team daripada gabung dengan pabrikan memble atau bayar terlalu mahal. Juga karena soal pengembangan motor, Ducati bersama Papi Peri mereka sangat cerdik mencari celah.
"Kami tentu saja tidak dapat menghukum Ducati karena inovatif dan telah mempelajari peraturan sebaik mungkin. Mereka melakukan segalanya dalam peraturan saat ini. Sekarang beberapa lawan meminta kami untuk mengambil beberapa hal dari Ducati. Saya tidak bisa pergi ke mereka dan berkata, 'Maaf, Anda terlalu bagus. Kami perlu memperlambat Anda'. Dalam Formula 1, Red Bull Racing tidak diperlambat, sama seperti Mercedes tidak dibatasi selama bertahun-tahun" kata sang Ketua DPRD Tingkat Pusat.
Sooo gosipnya Dorna mencari jalan tengah yang g di tengah-tengah amat tapi yang penting semua pihak gugatannya dikabulkan sebagian biar semua senang meski g puas (ngakakakakak). Yaitu memberi konsesi paksaan pada para raksasa pabrikan Jepang dengan mengurangi jatah pengembangan untuk Ducati. Ini diharapkan mendapatkan persetujuan dari Aprilia dan KTN sebagai pemegang kuncinutama di tengah konflik kepentingan Ducati dan Dorna mewakili para pabrikan Jepang.
Konsesi yang ditawarkan untuk disetujui para pabrikan Eropa bagi Honda dan Yamaha pada tahun 2024:
1. Tidak ada engine freeze sejak awal musim.
2. Dua mesin lebih banyak per rider daripada pabrikan Eropa, yaitu sepuluh bukannya delapan (ini sudah gw bahas di podcast Aseen, tergantung jumlah seri per musim)
3. Empat track untuk menguji motor bukan tiga (non konsesi)
4. Dua update aerodinamis per rider per musim, bukan satu (non konsesi)
5. Mendapat jatah test tambahan sama seperti rider rookie, seperti partisipasi dalam shakedown test tiga hari di Sepang.
Di sisi lain Ducati mulai dipagar sana-sini soal pengembangan yang diharapkan bisa "mengerem" pengembangan mereka dan mengurangi jumlah jatah ban untuk bikin team satelit mereka mundur jadi seat satelit bisa imbang ke pabrikan lain. Kalaaaau harganya cucok.
1. Hanya ada dua jatah wild card (atau malah g boleh dapat wild card) bukannya enam wildcard per tahun (non konsesi).
2. Jatah 140 ban bukannya 170 ban per musim (non konsesi).
Hal ini karena di #MalaysianGP kemarin jurdun WSBK Alvaro Bautista memang turun wildcard (total 9 Ducati di track karena Enea sudah membalap) tapi pakai motor test Michelle Pirro dan dia punya aero berbeda dari Ducati lainnya aka menguji part dan motor persiapan tahun depan. Yang paling menarik buat gw adalah pengurangan jatah ban bagi Ducati ketika si cemen #JurdunMalinKundang Marc Marquez justru bergabung dengan Ducati tahun depan meski belum tentu juga bisa balapan penuh. Permainan catur yang menarik. Ntar kita bahas di podcast lah.
Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja
#MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

kocak banget..., dulu kala hampir semua motor dari pabrikan jepang, mau sampe 8 ato 9 pembalap make motor semerek juga gak mama, even respol hondi pernah punya 4 pembalap di grid. sekarang si brand gede aja yang males keluar duit gede buat development, sok-sokan kebakaran jenglot lawan pabrikan yang duit salesnya cuma seujung kukunya mereka
BalasHapus