Raja Ducati #IkanNiuDiluarRencanaPecco Bagnaia (Setelah Tardozzi Sempat Keceplosan GP24.7 Bukanlah GP24): Marc Marquez Bisa Mengendarai Traktor Dan Menjadi Cepat, Saya Belum Selevel Dengan Dia (Aheeeemmm...!!!)
Crash pertama balapan musim ini, dan itu terjadi di Sprint Race #FrenchGP. Tepat sehari setelah dia mengakui mulai merubah riding style ke cara lain karena setelah 5 seri akhirnya menyadari riding style pengereman ban belakang dan masuk tikungan keunggulan dia sama sekali bukan keunggulan Desmo GP24.7. Dia sendiri sempat erasa aneh dengan perbedaan besar antara Desmo GP24.5 yang dia kembangkan tahun lalu dengan Desmo GP24.7 tahun ini, faktanya di antara keberisikan FP2, Papi Tardozzi mengakui mesin Desmo GP 24.7 BERBEDA dengan Desmo GP24.5. Mesin itu sangat mirip tapi berbeda sehingga homologasi dilakukan berbeda karena itu mesin yang berbeda. Kesimpulannya, ini jelas bukan Desmo GP24 yang dikembangkan Pecco tahun lalu dan jelas bukan Desmo GP25 yang diuji Pecco sepanjang test pra-musim. Itulah jawaban jelas yang nampaknya g pernah dibahas Ducati ke para ridernya termasuk Pecco. Apakah itu mesin GP24 berbeda kembangan si culas #MalinKundangPerebutHakOrang Marc Marquez...??? Well, nyaris selama test pramusim dia memang hanya menguji Desmo GP24 kecuali 1.5 hari di antara 3 hari #SepangTest dan itulah kenapa dia merengek minta GP24 tanpa diketahui apakah mesin GP24 yang dia uji di #BuriramTest dalah mesin yang sudah updated GP24.7 atau masih GP24.5 (dipakai Alex juga). Dengan itu maka benar spill dari emak Alex di #ThaiGP: Marc pakai motor berbeda yang dimaksud adalah termasuk mesinnya meski langsung dibantah oleh Papi Peri Gigi yang bilang cuma lengan ayun yang beda. Fakta Papi Tardozzi keceplosan kemarin jelas jawaban keanehan Peccosoal motornya yang nampaknya g diperhatikan karena track lagi berisik banget.
“Pagi ini semuanya baik-baik saja, bahkan saya senang dan percaya diri, seperti di awal Sprint. Di sesi kualifikasi saya sedikit kacau, bahkan saya tidak bisa memacu 100% dengan ban soft dan pergerakan ban tidak membantu saya, terutama dalam kasus seperti ini di mana Anda kurang percaya diri dengan ban depan. Bahkan saya tahu saya kurang bagus dibanding pembalap lain dalam situasi seperti ini, tetapi saya memulai di urutan keenam, di track yang tetap memiliki peluang bagus untuk menyalip. Di Sprint saya crash, saya baik-baik saja (g sakit atau luka). Saya seharusnya bisa menyalip Alex Marquez di Tikungan 7, tetapi di Tikungan 3, bagian depan menutup tanpa peringatan. Saya tidak melakukan hal yang gila, tetapi saya terjatuh. Saya seharusnya bisa balapan dengan baik, meskipun saya kurang percaya diri di ban depan. Saya pikir saya bisa mencapai posisi kedua mengingat kecepatan balapan yang saya miliki” katanya yang memang mengakui kombinasi merubah riding style dengan tikungan kiri bukanlah hal mudah.
"Saya masuk lebih lambat, dengan sudut 5 derajat lebih rendah dan saya terjatuh. Seperti yang saya katakan, saya kurang percaya diri di depan untuk melakukan dan memacu motor sesuai keinginan saya. Bagi saya, tikungan 3 selalu menjadi titik lemah. Saya rasa saya tidak mengambil risiko lebih dari biasanya, juga karena saya percaya diri. Faktanya adalah begitu saya mencoba memacu bagian depan, saya merasa bagian itu menutup dan ini adalah limit saya. Saya tidak tau apa yang dikatakan Davide (Papi Tardozzi bilang dia lebih agresif makanya crash), tetapi strategi saya adalah strategi biasa (lebih karena ganti riding style)" tambahnya yang mau g mau harus menaikkan target finish klo mau kejar ketertinggalan di klasemen. Misilihnyi, prakiraan cuaca bakal hujan di balapan panjang, start dari P6 untuk ke depan juga bukan perkara mudah.
"Saya akan start seperti biasa, mencoba bertahan di lap pertama di tikungan 3. Kecepatannya ada, begitu pula kemungkinan untuk memperebutkan posisi pertama atau kedua. Sayangnya saya tidak percaya diri di ban depan dan akibatnya menjadi sulit untuk mencapai level tertentu, tetapi mungkin malam ini kita akan menemukan solusinya dan ramalan hujan tidak pernah membantu siapa pun. Selain itu, hujan selalu turun saat kami berada di grid ini dan itu akan menjadi kejutan bagi semua orang" katanya yang lalu dibandingkan dengan adipati barunya yang menikmati Desmo GP24.7 dengan baik plus memakai semua update bagus dari #JerezTest. Si culas Marc mengatakan bahwa Pecco menjalani akhir pekan terbaiknya sepanjang musim ini, karena kecuali di kualifikasi catatan waktu Pecco bisa sangat dekat dengan dia. Mengganti riding style nampaknya sedikit membuahkan hasil tetapi riding style ala Marc Marquez selalu beresiko crash, itu sudah terjadi di Honda maka bukan hal aneh klo terjadi di Ducati.
“Benar! Lalu di babak kualifikasi saya membuat kesalahan, bahkan saya tidak memanfaatkan bagian depan, karena saya merasa bagian depan mudah menutup. Namun di balapan saya baik-baik saja dan tenang. Saya sempat battle agresif dengan Aldeguer, tetapi itu bukan masalah. Ini adalah hasil nol pertama musim ini dan sungguh disayangkan. Apakah crash ini sama dengan Marc di Jerez? Konteksnya berbeda. Marc lebih banyak berada di slipstream dan masuk dengan cepat sementara saya tidak. Saya tidak tahu kalau tracknya sama. Saya tidak akan menduga akan terjatuh seperti itu, bahkan jika saya melakukan kesalahan. Marc sangat percaya diri dengan motor barunya. Dia langsung naik GP25 (GP24.7) setelah sebelumnya menggunakan GP23, motor yang punya keterbatasan. Namun, ia belum pernah mencoba GP24 (GP24.5) dan hasilnya, itu adalah peningkatan, yang berbeda bagi saya mengingat saya kurang percaya diri seperti tahun lalu. Marquez tentu bisa mengendarai traktor dan cepat, yang tidak berlaku bagi saya. Saya butuh kepercayaan diri di ban depan seperti yang saya miliki musim lalu. Sebagai contoh: Saya tidak tahu apa yang terjadi pada Di Giannantonio, mengingat dia menggunakan motor yang sama, tetapi Alex Marquez dan Fermin Aldeguer tentu punya kepercayaan diri dengan GP24 yang tidak saya miliki sekarang” kata Pecco yang tau benar motor hasil kembangannya bagus di rider lain. PR untuk riding style baru masih panjang karena baru dimulai Jumat kemarin.
"Saya telah berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan di sisi kiri. Saya telah melipatgandakan kekuatan yang saya gunakan pada rem belakang, yang tidak saya lakukan tahun lalu. Faktanya adalah saya belum selevel dengan Marc. Tangki khusus Sprint Rare...??? Ya saya sudah mencobanya, tapi pada akhirnya saya lebih suka yang lama" tutup sang raja Ducati. Apakah Ducati sengaja mempersulit Pecco...?? Gw rasa sih bukan Ducatinya tapi Papi Peri Gigi yang ternyata g terbuka bahwa GP 24.7 bukanlah mesin GP24 sehingga sebenarnya itu bukan mesin yang sama tetapi memang sangat mirip dengan ada bagian mesin yang diupdate. Ujungnya semua orang menghujat Pecco dan Pecco sendiri juga kebingungan dengan motor yang harusnya g seberbeda itu klo memang motornya memakai mesin GP24 yang sama. Dan Papi Peri Gigi ujungnya minta Pecco agresif meski motornya kurang nyaman, yang mana akhirnya Pecco mencoba riding style baru yang memang lebih agresif di bagian depan dan berakhir crash. Dan dari cara bicara Pecco yang bilang dia belum selevel Marc, gw justru mengendus sesuatu. Tapi semoga gw salah karena gw sering salah. Ekekekekek.

Setelah membaca artikel ini, saya ikut prihatin dengan cara papi peri gigi memperlakukan raja Ducati tp seperti biasa kata mbak_yu biar langit yang mengatur dan menagih. Forza Pecco n gaspol
BalasHapusSesuatu apa itu mbak?? Jadi penisirin nihh...
BalasHapusApakah papi peri Gigi lebih mengutamakan kemauan si culas dripd Pecco yaa krena si culas punya pengalaman lbih bnyak dripd pecco wlaupun Pecco adalah rajanya ?? Sampai2 dibuatkan (mengubah) mesin secara diam² demi kemauan marq. Itu mngkin yg dimaksud oleh Pecco, dia belum selevel dg marq. Heemm, yg trbaik buat Pecco, jgn smpai ducati mnjdi honda.. ini maah sperti sang raja dikhianati oleh perdana menterinya 😮💨
BalasHapus