Raja Ducati Pecco Bagnaia Yang Akhirnya Sadar "Senjatanya" Untuk Tampil Kuat Sudah Dilucuti Oleh Ducati: Akhirnya Saya Menyadari DesmoGP Ini Memang Tidak Memiliki Yang Saya Cari




Raja Ducati #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia akhirnya harus pasrah bahwa pengembangn Neng Desmo tahun ini bukan ada di tangannya. Janji Ducati untuk tetap mendukungnya dalam pengembangan motor hanyalah omong kosong yang dia enggan ributkan. Bahkan kritik mencla-mencle Papi Peri Gigi yang kecewa dengan P3 #SpanishGP karena menganggap lebih suka melihat Pecco nekad berusaha dan beresiko crash (ketika satu ridernya sudah crash duluan) dia tanggapi dengan sabar. Di #FrenchGP Le Mans hari Jumat dia hanya memakai holeshot baru (bukan tuasnya) untuk membantunya memperbaiki performa di track lurus dan aero mangkok untuk menguji feeling ban belakang. Dia tidak memakai sasis baru yang dipakai sang adipati mencetak rekor baru Le Mans.

“Hari Jumat yang menyenangkan, saya senang dengan kemajuan saya dan yakin dengan paketnya. Setelah sampai di balapan keenam, saya akhirnya mengerti bahwa apa yang saya cari dari motor memang tidak, jadi saya mencoba menerapkan strategi yang berbeda, mencoba menemukan performa dengan cara yang berbeda. Kami mencoba dengan segala cara untuk kembali merasakan sensasi yang mirip dengan yang saya rasakan tahun lalu dan sekarang saya mengerti bahwa lebih baik beradaptasi dengan situasi, karena kami memang tidak bisa lagi mendapatkan sensasi itu. Sayang sekali karena pengereman dan masuk tikungan, sejauh yang saya ketahui, selalu menjadi senjata saya dan saya tidak memilikinya lagi, karena musim ini saya merasakan lebih banyak pergerakan bagian depan motor pada kedua area ini. Hari ini saya mencoba beradaptasi, mencoba membawa lebih banyak kecepatan ke tikungan. Saya berusaha sangat keras karena itu bukan gaya berkendara saya, tetapi hasilnya tidak buruk. Saya berhasil menjadi cukup cepat terutama dalam hal kecepatan, meskipun saat ini Marc lebih cepat. Saya yakin bahwa dengan mengambil langkah maju besok, kami akan dapat menutup kesenjangan ini dan kita akan sangat dekat" kata raja Ducati Pecco Bagnaia mengkonfirmasi bahwa dia mulai mengubah riding style yang nampaknya pengembangan yang menuntut perubahan riding style ini memang dipaksakan oleh Ducati untuk menyenangkan adipati barunya, si culas Marc Marquez. Senjatanya yang bernama pengereman ban belakang dan masuk tikungan sudah diambil oleh Ducati dari motornya tahun ini.

"Saya mencoba segalanya untuk memulihkan perasaan yang saya miliki tahun lalu dan saya pikir terkadang lebih baik mengambil langkah mundur, memahami situasi, mencoba beradaptasi dengannya, dan kemudian menemukan beberapa sensasi yang baik. Itulah yang sedang saya coba lakukan. Fakta mengenai saya ingin kembali ke motor lama itu tidak sepenuhnya benar karena saya selalu memberikan yang terbaik, tetapi dengan motor ini saya harus menemukan performa dengan cara yang berbeda. Hari ini saya melakukannya dan itu bekerja dengan cukup baik dan kemudian besok saya akan mengambil langkah lain. Saya tidak berpikir adalah ide yang baik untuk kembali ke spesifikasi lama. Saya harus melanjutkan seperti yang telah saya lakukan sekarang dan mencoba berbagai hal untuk beradaptasi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Ini bukan proses yang mudah, karena saya telah mengendarai motor dengan cara khusus ini sejak 2020. Bahkan ketika motornya berubah (selama di Ducati), sensasi dalam pengereman dan saat masuk tikungan sangat mirip, sedangkan tahun ini tidak seperti itu. Seperti yang saya katakan, saya tidak dapat memulihkan sensasi itu dan jadi kami berusaha untuk mencoba memahami apa yang harus dilakukan secara berbeda. Saya pikir team saya dan Ducati melakukan pekerjaan yang fantastis, tetapi kami harus menerima situasi dan mencari cara lain untuk menjadi cepat” katanya sadar bahwa Ducati sama sekali g memberi senjata yang dia butuhkan berdasarkan keunggulannya malah memberi senjata lain yang adalah keunggulan musuhnya. Artinya, dia harus belajar dari nol untuk menggunakan senjata itu dan g mudah memang karena itu harus banyak latihan dibanding lawannya yang sudah piawai memakainya.

"Kita lihat saja nanti. Saat ini kepercayaan diri saya pada bagian depan motor sedang tidak dalam kondisi terbaiknya, jadi saya tidak mengambil risiko terlalu banyak untuk mencoba melaju cepat dengan cara ini. Saya akan mencoba menghadapi akhir pekan ini seperti ini dan kemudian kita lihat di putaran berikutnya di Silverstone, yang merupakan track lain yang sangat cocok dengan gaya balapan in. Apa yang saya butuhkan untuk merasa senang? Jika saya terus merasakan apa yang saya rasakan hari ini, saya bisa bahagia. Namun, saya adalah pembalap yang telah memenangkan 30 Grand Prix dalam empat musim terakhir, jadi saya akan bahagia jika saya bisa terus menang dan memiliki perasaan untuk melakukannya lagi. Karena kemenangan yang saya peroleh di Austin sangat positif bagi saya, tetapi pembalap tercepat tidak ada di sana. Saya perlu menang lagi melawan pembalap tercepat, yang saat ini adalah Marc, dan itulah satu-satunya cara untuk membuat saya benar-benar bahagia lagi. Bagaimanapun, kami memulai dengan baik di sini" kata Pecco yang mengakui sempat mengubah sedikit riding style dia tahun 2023 (Desmo GP23), tetapi tidak seradikal yang harus dilakukan tahun ini.

“Hal itu sudah terjadi pada saya di MotoGP tahun 2023, saat kami memiliki motor yang cenderung melaju kencang saat masuk tikungan. Namun tidak dengan cara yang radikal. Bukan berarti saya berkendara dengan cara yang sama sekali berbeda dari tahun lalu, tetapi saya tidak lagi memiliki kelebihan, yaitu pengereman dan saat masuk, dan saya harus mencari cara lain untuk mencetak waktu dan hasil. Namun pada akhirnya saya cukup puas dengan pekerjaan yang dilakukan hari ini. Kenyataannya dengan Marc hari ini, di dua sektor pertama kami sama, di sektor keempat saya lebih cepat, sementara di sektor ketiga dia mengungguli saya sepersepuluh setengah atau dua, hanya dengan pengereman di Tikungan 9. Itu tikungan di mana saya sangat kesulitan, saya tidak bisa mengerem keras dan motor saya memasuki tikungan dengan lambat. Dan saat melakukannya saya merasa bahwa bagian depan tidak menempel dengan baik ke aspal dan itu sedikit menjadi masalah” tambah Pecco yang memang menolak memakai sasis baru.


“Untuk mencoba sasis baru, Anda harus melakukan pengujian. Sangat sulit untuk mencobanya selama akhir pekan balapan. Menurut saya bila Marc tetap memakainya, itu karena dia memiliki keuntungan dan itu tentu saja merupakan peningkatan. Tetapi belum tentu itu juga merupakan peningkatan bagi saya. Kami harus menunggu hingga uji coba di Aragon dan melihat apakah itu berhasil atau tidak" kata Pecco yang memang sejak #JerezTest mengatakan resiko memakai sasis baru adalah setup harus diubah total dan dicari dari awal. Dengan waktu sesi terbatas sepanjang akhir pekan balapan dengan kondisi dia lagi berusaha perbaiki performa, faktor coba-coba di akhir pekan balapan bukanlah opsi. Dia juga ditanya soal kritik bahwa balapan musim ini mulai membosankan karena kurangnya battle atau salip menyalip dan yang menang itu lagi itu lagi (tahun lalu yang menang juga itu-itu aja tapi ada gonta-ganti pemimpin sesi sepanjang akhir pekan g itu-itu mulu)

“Jika seseorang bisa melakukan apa yang Quartararo dan saya lakukan di balapan terakhir, berada di depan dan melaju, semuanya akan berubah karena Anda memiliki sensasi yang lebih baik dan Anda menempatkan pembalap di belakang dalam kesulitan, yang menemukan dirinya dalam situasi di mana dia harus mengambil banyak risiko untuk mencoba menyalip Anda jika dia tidak memiliki kecepatan yang jauh lebih baik. Melihat balapan Jerez, Alex Marquez membutuhkan beberapa lap untuk berada di belakang Quartararo dan dia menyalip dengan mengambil ancang-ancang yang bagus. Inilah situasi yang diperlukan saat ini untuk kompetitif. Anda harus cerdas dan start dengan baik dan langsung memimpin” tutup Pecco soal apa perbedaan kenapa dia sulit menyalip Snack Taro sedang Emak Alex bisa menyalip: Snack Taro g nyangka bakal disalip dengan cara cepat dan langsung sedang dengan Pecco dia sudah siap mengantisipasi g mau lengah lagi untuk "tutup pintu" supaya Pecco g bisa lewat.

Sooo ibarat kata lu biasa dan unggul bertarung dengan pisau. Pisau bisa diganti parang atau pedang tapi sensasi dan cara bertarungnya hanya perlu sedikit dirubah dan lu bisa unggul. Tahun ini lu g dikasih pisau malah dikasih kapak. Jelas lu g bisa bertarung dengan kapak selayaknya lu pakai pisau atau pedang. Cara mengayunkan pun beda jauh aka radikal karena berat dan beda cara penggunaan. Lawan lu sudah ahli dalam menggunakan kapak sejak dahulu kala dan lu pada akhirnya harus belajar dari nol untuk bertarung menggunakan kapak karena lu minta pisau, pedang parang atau semacamnya tapi ternyata emang g ada (entah g ada atau sengaja g diadakan ekekekekek). Pada akhirnya lu memang akan terbiasa setelah memaksa diri merubah kebiasaan dan keunggulan lama. Pirtinyiinyi idilih, seberapa cepat lu beradaptasi dan seberapa cepat lu bisa menjadikan itu keunggulan lebih baik dari lawan lu yang sudah lama terbiasa bertarung memakai kapak. 


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar