Sesuai prediksi gw, Bestia menang meski hanya pakai KW2. Meskipun Ducati masih membantah ada team order tapi sejak awal Papi Peri Gigi sudah wanti-wanti, jangan membuat gerakan yang menghancurkan klasemen rider lain yang sedang bertarung jurdun.
Tugas Enea dan para gerombolan Ducati memang sejak awal adalah mempertahankan gap antara Pecco dengan rider pabrikan lain saingan jurdun. Begitu #JurdunBelagu crash dan dia bisa memastikan bahwa Papa Kembar selaku pesaing lain mustajab buat menyalip si kinyis Pecco bila dia berada di depan, baru dia memutuskan untuk menyalip. Peri Gigi sendiri g sedih kok, memang selisih 5 poin itu lebih baik tapi toh gap 10 poin bukan hal buruk untuk 5 race tersisa. Lagian Ducati dengan 8 rider di track dengan 5 race tersisa bila dilakukan dengan benar bukan mustahil Pecco bakal jurdun. Dan jelas wajar pabrikan ini kunci jurdun konstruktor tahun ini, hal mustajab bila itu dilakukan oleh Suzuki atau Aprilia yang hanya punya dua rider.
Si ori kembali ke pemilik, pertarungan KW2 yang nampaknya lebih menarik perhatian sejak Misano lumayan jadi modal DPRD tingkat Pusat untuk menjaga rating. Ditambah drama #BanGhoib apes yang terus berlanjut demi dramatisasi klasemen, race Aragon kemarin lumayan jadi bahan "ribut".
"Kami senang mendapatkan gelar Juara Dunia Konstruktor ketiga berturut-turut, gelar keempat dalam sejarah Ducati di MotoGP. Ini adalah hasil yang kami harapkan, mengingat hasil yang diperoleh pembalap kami tahun ini, termasuk enam kemenangan Bagnaia dan empat kemenangan Bastianini. Saya ingin berterima kasih kepada semua pembalap kami dan semua staf Ducati Corse, yang komitmen dan dedikasinya memungkinkan kami untuk mencapai tujuan ini lagi. Sekarang kami dapat fokus secara eksklusif pada gelar pembalap: kami 10 poin dari puncak klasemen, dan dengan lima balapan tersisa, pertarungan di Kejuaraan terbuka lebih dari sebelumnya" kata Peri Gigi sumringah.
"Kemenangan yang luar biasa dan tentunya tidak mudah, karena seperti di Misano Pecco tidak melakukan kesalahan. Saya bergerak di saat yang sama: saya mendekat, memiliki margin dan mewujudkannya. Saya perlu menjaga momentum dalam lima balapan terakhir ini; Saya tidak pernah membalap di Jepang dengan motor MotoGP tapi saya ingin melakukannya dengan baik dan mencoba untuk selalu berada di podium" kata Enea Bastianini sang pemenang race
"Saya senang dengan hasil hari ini. Enea dan saya memiliki balapan yang hebat! Saya tahu dia akan sangat cepat di lap terakhir, dan ketika dia melewati saya, saya memilih untuk tidak bereaksi padanya. Saya mencoba untuk menang dan menunggu kesempatan yang aman untuk melewatinya, yang pada akhirnya tidak ada. Saya tahu 20 poin ini penting, dan saya memilih untuk tidak mengambil risiko jatuh. Sekarang kami harus tetap fokus dan memikirkan balapan berikutnya di Jepang minggu depan" kata si kinyis Pecco yang beda cerita demgan Jackass yang meski start dari front tapi finish terdampar.
"Aragon tidak pernah menjadi track yang menguntungkan bagi saya, jadi saya cukup puas dengan posisi kelima. Setelah saya melewati Binder dan Aleix Espargaro, saya terus memiliki kecepatan yang cukup konsisten, tetapi itu tidak memungkinkan saya untuk cukup dekat untuk mencoba melewati mereka, dan menjelang akhir, saya juga mulai menderita dengan bagian depan. Bagaimanapun, saya senang, dan saya tidak sabar untuk kembali ke track minggu depan di Motegi" kata Jackass.
"Saya sangat senang dengan balapan ini dan dengan hasil yang sangat positif ini dikumpulkan di balapan pertama dari tiga balapan berturut-turut. Saya cepat, saya menandatangani rekor putaran baru dalam balapan dan saya mencapai P7 yang bagus. Mengingat kami berada di Aragon, track yang selalu agak sulit bagi saya, saya hanya bisa puas. Penyesalan hanya untuk start, di awal pertempuran saya kehilangan posisi, saya mencoba untuk memperbaiki celah itu. Saya memiliki feeling yang bagus, terutama di slipstream, sementara di grup saya sering kehilangan posisi terdepan. Saya tumbuh sebagai pribadi dan sebagai pebalap, dengan Team, David, Dani, Idalio, dan semua orang lainnya, kami telah melakukan pekerjaan dengan baik dan saya yakin kami akan melakukannya dengan baik di Jepang" kata Luca Marini yang happy dapat KW2
"Balapan yang bagus dan 10 besar lainnya, saya senang. Saya memiliki sprint yang bagus di awal, tetapi segera di Tikungan 1, saya terjebak di antara dua pebalap dan kehilangan banyak posisi. Bahkan dalam crash Quartararo dan Nakagami saya sudah dekat dan saya terpaksa menyerah posisi agar tidak crash. Saya mencobanya lagi kemudian, saya menjaga kecepatan yang baik dan saya senang juga mengingat race tandang (luar Eropa) yang menunggu kami dalam beberapa minggu mendatang" kata Marcobez.
"Itu adalah akhir pekan di mana saya menemukan situasi positif dan negatif. Saya memiliki beberapa masalah dengan bagian depan motor dan saya tidak dapat membuka peluang untuk dapat membidik lebih banyak posisi dalam balapan. Segera setelah kami dapat mengambil langkah kecil ke depan, saya yakin kami akan jauh lebih kompetitif" kata calon ikan niu gagal Martin.
"Perasaan yang saya bandingkan dengan Misano telah meningkat dan saya senang tentang itu, tetapi itu jelas tidak cukup untuk dapat bercita-cita ke posisi yang lebih penting. Saya hanya ingin mengambil aspek positif dan tiba di Jepang dengan pandangan positif dan keinginan kuat untuk melakukannya dengan baik" kata rider sengak Zarco.
"Jika kemarin kami tidak cukup beruntung di Q1, entah bagaimana dengan hari ini… Tabrakan para pembalap lain selama lap pertama pada dasarnya membuat kami tersingkir dari balapan. Saya memiliki kecepatan yang baik dan saya pasti bisa membidik hasil yang baik, jika tidak kami akan mencoba lagi di Jepang" kata Fabio Digiannantonio.

Komentar
Posting Komentar
Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...