GOSIP SPOI-SPOI Enea Bastianini Kena SP Gegara Lagi-Lagi Jadi "Penghianat"...??? Papi Ciabatti: Akal Sehat (Utek) Tolong Dipakai






Hari Sabtu #IndonesianGP bisa dibilang Sabtu horor bagi si kinyis #JurdunKonspirasiGagal Pecco Bagnaia. Gagal tembus Q2 karena posisi terakhir untuk lolos di Q1 direbut oleh sang team mate Enea Bastianini yang baru saja comeback setelah patah jari pasca sapu jagad di #CatalanGP. Giliran Sprint Race dia seolah g dikasih jalan untuk memperbaiki posisi oleh Enea sehingga pada akhirnya si calon ikan niu (batal) gagal Jorge Martin berhasil memimpin klasemen langsung 7 poin hanya dari kemenangan Sprint Race, yaaah meski hanya memimpin sehari, tetapi itu cukup untuk #ABR dan fans #KtpS berbicara buruk soal Pecco yang dianggap melemah sejak paruh musim kedua.

Pecco sendiri memilih untuk berprasangka baik kepada sang team mate di Kualifikasi maupun Sprint Race hari Sabtu. Bahwa dia memang tidak lebih cepat dari Enea dan posisi start bagus sangat penting bagi Enea yang punya utang penalti LLP harus dibayar di hari Minggu. Dan pasca melihat crash Papa Kembar yang mencoba menyalip Binder justru menghancurkan race keduany, dia juga g mau memaksa menyalip Enea di Sprint Race dengan mengambil resiko sapu jagad gegara track kotor Mandalika. Dia menerima banyak kritik soal mental lemah terutama dari para rider #KtpS dan jouno buzzer yang tentu saja menjagokan Martin. 

Enea...?? As usual yang nampaknya tak pernah berubah. Dia bilang dia g tau ada Pecco di belakang dan dia lebih ingin memikirkan balapannya sendiri dan dia masih belum mau pusing soal team order dan betapa pentingnya setiap poin bagi teamnya sendiri di mana Pecco adalah team matenya. Dia bahkan bilang ingin finish di depan Pecco dan menang sambil tertawa mengatakannya.

Gosip spoi-spoi berhembus bahwa Papi Tardozzi agak kurang senang dengan tindakan dan perkataan Enea di hari Sabtu. Hal wajar karena dia adalah papinya team Ducati pabrikan yang bertanggung jawab mempertahankan gelar. Namun kabarnya even Papi Peri Gigi dan Papi Ciabatti juga g suka dengan kata-kata Enea. Mungkin mereka g marah soal tindakan Enea karena Pecco juga menerima fakta bahwa dia g bisa memaksa menyalip dan adalah 'takdir' dia mampet di belakang Enea karena untuk bisa lewat, Enea harus kasih space atau dia yang memaksa lalu beresiko sapu jagad. Tetapi kata-kata sengak Enea adalah sumber masalah. Tidak ada team order tetapi kata-kata yang baik jelas diperlukan untuk "memaafkan" kelakuan yang bikin kesal petinggi.


"Tidak ada team order. Tetapi ketika dua team mate Lenovo berebut posisi 7 dan 8 dalam sprint race, tidak masuk akal untuk terus memaksakan diri. Ini adalah pendapat pribadi saya. Ini bukan soal tatanan yang stabil. Jika seorang pembalap adalah pemimpin klasemen dan pembalap lain dalam team tidak memiliki peluang untuk melakukan apa pun karena dia cedera dua kali, maka akal sehat harus memutuskan apa yang harus dilakukan..." kata Papi Ciabatti kepada media soal kata-kata Enea.

Agak unik karena biasanya mereka menyelesaikan hal ini secara interiala Ducati. Tetapi kali ini malah terang-terangan ke media. Tampak jelas SP sudah turun. Padahal Pecco sudah berusaha menutupi loh itu, lha Enea malah nyosor ngomong sengaknya. Santan instan baru dah nih. Ntar kita bahas percaturan siapa harus bantu siapa tanpa perlu team order di podcast semoga pilek batuk gw udah baikan dan suasana mendukung, ekekekekek.


. Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Kalo dgn attitude seperti ini apakah enea layak di pertahankan ducati lenovo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keknya otw didepak. Mereka g peduli tahun depan apakah Enea bagus atau g, Bez atau Martin bakal isi seatnya 2025.

      Hapus
    2. Tapi kalau martin yg in 11 12 deh wataknya kek enea, kalau bez in takutnya adaptasinya agak lama karena lompat taun motor kek enea sekarang, atau malah kalau morbi bagus bisa tu in, wkwk

      Hapus
  2. Dan calon ikan niu batal apakah cocok ke ducati lenovo atau ducati lebih milih rider kalem seperti bezz atau morbi ekekekekek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia layak isi seatnya Enea terlepas dia jurdun atau g tahun ini. Enea dan Martin sebenarnya adalah rider pilihan Papi Peri Gigi sendiri tapi keknya makin ke sini Papi Peri Gigi malah lebih pro ke Pecco dan anak VR46 klo soal attitude. Dulu padahal Papi Peri Gigi tuh kurang suka VR46 loh. Sekarang keknya dia sadar punya anak-anak VR46 bersama mereka justru bawa image baik dan suasana lebih damai dan playful.

      Hapus
  3. Menurut mbakyu, setelah dikasih SP, apakah si penghianat ini akan nurut sama Ducati atau makin menjadi" jegat Pecco? Reaksi opa pernat gimana mbak atas SP ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Opa Pernat g merasa ada team order. Ya hak rider doooonk klo g ada team order.

      Hapus
  4. Gw takut si bestie makin nganu mbakyu 🙃

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap begitulah si bestie, diperingatkan malah tambah ngadi2 kayak tahun lalu

      Hapus
    2. Kembali kepada santan instan masing-masing lah. Kadang udah "ditegur" masih aja kelakuan... 😅

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...