Pecco Bagnaia Soal Kacaunya Kualifikasi Dan Sprint Race: Enea...?? Saya Bisa Menyingkirkan Dia Ke Track Kotor Tapi Saya Bukan Rider Seperti Itu
Si kinyis #JurdunKonspirasiGagal Pecco Bagnaia harus merelakan tampuk pimpinan klasemen kepada calon ikan niu (batal) gagal Jorge Martin dengan gap langsung 7 poin hanya dari Sprint Race #IndonesianGP. Sejak sesi kualifikasi pagi dia nampak kesulitan dengan Enea Bastianini yang akhirnya kembali ngetrack pasca sapu jagad turn 1 berbuah utang penalti LLP di #CatalanGP. Sebuah hal yang menurut gw g boleh Pecco paksakan karena LLP itu adalah 'utang' Pecco pada Enea karena tanpa sapu jagad Enea, dia mungkin g membalap hari ini. So dia lebih banyak kesal pada dirinya sendiri karena g bisa membuat perbedaan di Mandalika #IndonesianGP sejauh ini terkait masalah pengereman motornya.
“Pagi ini saya sangat percaya diri, dengan ban bekas saya mungkin yang tercepat setelah menyelesaikan beberapa lap. Sayangnya di Q1 saya tidak bisa memanfaatkan grip ban soft, bahkan saya tidak punya kesempatan untuk membuat perbedaan untuk masuk ke Q2, di mana saya akan start di posisi kelima dengan waktu yang telah saya lakukan. Motornya bergoyang dan saya bahkan kesulitan membuka throttle. Ini adalah hal-hal yang bisa terjadi, tapi saat Anda start di posisi ke-13 segalanya menjadi lebih sulit, kecuali Anda berhasil merangsek (grasak-grusuk) tapi saya bukan tipe pembalap seperti itu. Pada akhirnya, hasilnya adalah ini" kata Pecco tampak kesal.
“Saya berusaha fleksibel dengan Enea. Saya memang lebih kuat darinya, namun untuk melewatinya, satu-satunya solusi adalah dengan menjatuhkan dia karena line bersih di sini sangat sempit. Tapi saya tidak seperti beberapa pembalap yang cenderung memaksakan peluangnya sendiri, karena itu bukan sifat saya. Sayang sekali, karena jika saya melepaskan diri dari Bastianini, saya mampu secepat mereka yang ada di depan" tambah si kinyis itu
"Jorge dalam momen terbaiknya dan kita harus melihat berapa lama dia bisa mempertahankannya. Namun, kami berada dalam masa yang lebih sulit. Di India kami tahu apa yang terjadi sementara di sini saya punya kekurangan dalam hal performa dan itu hal terbesarnya. Oleh karena itu kami akan bekerja besok untuk mendapatkan sesuatu yang ekstra. Pada akhirnya kami membutuhkan balapan di mana kami bisa menjadi yang terdepan dan bersaing untuk menjadi yang teratas, mengingat kami tahu bahwa potensi kami lebih dari itu" katanya yang mengakui kesal dengan dirinya sendiri.
“Saya kesal, bolaku berputar-putar. Kita tidak perlu berada dalam situasi ini. Kehilangan kepemimpinan di Kejuaraan Dunia bukanlah rencana saya dan oleh karena itu saya lebih merasa kesal dibanding frustrasi. Balapan besok akan sangat sulit dan berbeda. Mungkin kami akan menggunakan ban medium dan kami harus langsung menyerang dan menyalip, yang tidak dapat saya lakukan hari ini. Saya membuat lima angka nol sementara Martin membuat dua angka nol. Pada saat yang sama, tidak seperti dia, saya selalu berada di podium" katanya yang tidak bisa memutuskan siapa yang bakal jurdun.
"Apa yang bisa saya katakan: sulit untuk memutuskan, karena saat ini dia sangat yakin pada dirinya sendiri dan segalanya menjadi lebih mudah baginya. Sejak Barcelona (dia crash hebat), kami mengalami kemunduran besar di track di mana kami bersaing untuk menang. Namun sekarang, kami akan berusaha bekerja untuk kembali ke posisi kami. Kami sadar bahwa masih banyak balapan yang harus dihadapi” tutupnya yang sadar masih ada satu balapan penuh dan 5 seri lagi.
Soooo, seperti yang gw bilang di komentar postingan, Pecco memberi ruang bagi Enea karena dia baru saja kembali ngetrack sejak Barcelona. Dia jelas g mau memaksa Enea karena kembali lagi, dia g mau grasak-grusuk akhirnya malah bikin Enea crash lagi. Enea sendiri besok jelas harus merangsek karena harus bayar penalti LLP pasca sapu jagad di Turn 1 #CatalanGP kemarin yang juga jadi 'penyelamat' Pecco yang tanpa sapu jagad itu mungkin resiko terlindas saat crash akan lebih besar.

Kalau feeling mbakyu yg jurdun siapa mbak?
BalasHapusMbuh... Gw g bisa nebak tapi klo mindset gw adalah orang baik karmanya baik, maka itu adalah Pecco. Martin masih ada utang karma, ekekekekek.
HapusAustralia,thailand,malaysia,qatar, dan valencia diantara itu menurut ane peco cuma bagus di sirkuit malaysia dgn qatar mungkin valencia tapi semoga gw salah ekekekekek
BalasHapusLiat aja nanti gimana. Klo tahun lalu dia berhasil bertahan dengan konspirasi sedemikian rupa sampe ditikam Enea dari belakang dan tetap bisa jurdun, bukan mustahil tahun ini juga karma buruk orang ke dia justru jadi karma baiknya
HapusCara bicara Pecco yang baik soal Enea sore ini menunjukkan bahwa dia tetap dengan mental baiknya. Orang baik karmanya baik.
Komentarnya sopan banget, tipikal sang guru.. selalu jaga ucapan..
Hapus