Papi Peri Rivola Mengaku Salah Setelah Performa Aprilia Kalah Dari Ducati Di Sirkuit Favorit Mereka: Kami Akan Mencoba Memperbaikinya Meski Itu Berarti Harus Melewati Q1 (Alon-Alon Asal Kelakon)





Duo pbrikan Aprilia mengakui motor mereka jauh tertinggal dari Ducati. Mereka memang sukses di kualifikasi menandakan mereka cepat dalam lap per lap tetapi ketika hari Minggu tiba, para Ducati seperti yang Papa Nina bilang entah sarapan apa, selalu mendominasi dan mereka tertinggal. Papa Kembar menganalisa meski Aprilia punya update baru yang bagus, Ducati juga punya update yang lebih bagus... Sementara Papa Nine ngedumel karena menurutnya Ducati g kemana-mana tapi Aprilia yang mundur karena dikalahkan di sirkuit favorit mereka di mana Ducati bukanlah pabrikan yang mendominasi di #BritishGp Silverstnone. Papi Peri Rivola yang tahun depan akan kehilangan duo andalannya itu mengakui pabrikannya memang perlu dapat "cambukan" itu dan menanyakan hati nurani apakah mereka kurang cermat mengurus motor sampai g bisa apa-apa menghadapi Ducati di Silverstone tahun ini.


"Sejak kami kembali ke Eropa, selalu ada Aprilia di barisan depan grid. Dan motor kami bertahan dengan cukup baik dalam balapan sprint, tetapi dalam balapan panjang, dari pertengahan dan seterusnya, kami tidak cukup kompetitif. Ada masalah manajemen kinerja, terkait dengan keausan ban. Kami jelas perlu fokus pada hal itu, bahkan melalui prencanaan di akhir pekan, bahkan mungkin terkadang mengambil risiko harus melewati Q1. Kami mungkin perlu mengumpulkan lebih banyak informasi pada hari Jumat. Saat kami keluar di track pada awal akhir pekan, kami langsung melaju cepat, tetapi kami cenderung kesulitan (di balapan pandang) terutama karena masalah ban. Saya pikir kita punya lebih banyak masalah pada set-up, mekanik, dan elektronik. Dan bagaimana kami mengelola akhir pekan. Mungkin kami harus mencoba untuk mempush ban lebih jauh dalam hal keausan, mencari detail-detail yang membuat perbedaan" kata Papi Peri Rivla yang bilang sebenarnya Aprilia bukannya mundur seperti kata Papa Nina. Tetapi Ducati tampaknya sangat cerdas dala menguji update motor meski itu hanya bisa dilakukan oleh Michele Pirro, test rider paling berharga Ducati. Mereka menguji motor di track yang gripnya kurang agar ketika mendapat grip di sana maka masalah grip di sirkuit lain yag kurang grip akan secara g langsung ikut terselesaikan.


"Sebenarnya kami 40 detik lebih cepat dari tahun lalu (di Silverstone), yang merupakan waktu yang sangat panjang. Namun, kami finish 10 detik lebih lambat dari pemenang. Memang benar kami hanya tertinggal 2,5 detik dari Pecco Bagnaia, tetapi ini adalah sirkuit di mana Aprilia selalu cepat.... Kami cukup melihatnya dalam hal performa keseluruhan. Kami melakukan sesuatu yang salah. Atau lebih tepatnya, Ducati melakukan sesuatu yang sangat baik, terutama sejak kami kembali balapan di sirkuit Eropa. Saya tahu mereka memanfaatkan uji coba Montmelo, yang merupakan sirkuit dengan grip rendah, untuk melangkah maju. Mereka melakukannya dengan baik" kata Papi Peri Rivola mengakui Ducati memang jauh lebih unggul dalam membuat mesin dan juga mengupdate motornya.

Gw ingat waktu Yamaha masih baik-baik saja dulu, bebeb Vale bilang M1 memang unggul di awal musim ketika motornya mash basic banget, tapi ketika tengah musim, para pabrikan lain memberi update pada motor mereka yang justru membuat perbedaan signifikan sehingga bisa melewati update motor M1. Nah Ducati sekarang justru sempurn dalam bikin motor, dan updatenya bikin motor jauh lebih sempurna. Btw, ntar kita podcast colongan buat member premium yak... Jam seperti biasa... Ekekekekek....

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Ktm sih yg lebih mundur entah kurang dimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah Pedrosa perlu turun gunung lagi...??? Atau memang insinyur rekrutan beberapa tahun terakhir yang justru gagal...??

      Hapus
  2. nggak semua GP24 cepat kok, tapi balik lagi, ducati "pintar" mengolah setup motor dengan kombinasi ban berbeda2 (baca = undian) wkwkwkwk ketika rider A dapet kw1 rider B kw2 udah dapet 2 data, lah kalo rider 3 dapet apes dapet lagi deh data begitu seterusnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yep... Keuntngan punya banyak rider di track dengan sekian banyak motor pabrikan.Mungkin tahun depan mereka masih unggul karena GP24 tahun ini ada yang kena apes dan Morbi kearin keknya kena undian ori yng dicabut dari jatah skenario hure-hure. Jadi GP25 mestinya lebh lengkap datanya even untuk ban apes dan ori. Kemungkinan akan makin jauh gapnya. Tapi GP26 gw g yakin pabrikan akan beda jauh sama beas karena mereka cuma bisa ambil data dari 3 desmi pabrikan. Ini keputusan baru kelihatan dampaknya tahun 2026.

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...