Luca Marini Soal Zarco Yang Performanya Lebih Bagus: Dia Pakai Mesin Lama Yang Lebih Liar Dan Saya Pakai Mesin Baru Yang Lebih Lambat, Tetapi Dengan Mesin Ini Sekarang Kami Sudah Mulai Dapat Grip Belakang Untuk Jadi Dasar Pengembangan
Adik ipar #Mbak_Yu Luca Marini memberi analisa soal mesin baru dan update aero baru yang dia pakai di #BritishGP Silverstone dan kenapa rider sengak Johann Zarco kembali jadi Honda terbaik. Rupanya rider satelit Honda itu bernasib sama dengan Papa Lucas tahun lalu: memakai mesin update pertama dan tidak pernah dapat update mesin lagi sejak itu untuk balapan.sedangkan duo team pabrikan memakai mesin update terbaru yang kemarin juga memakai aero terbaru. Luca Marini menyukai mesin baru ini meski lebih lambat karena menurutnya mesin liar dengan power terlalu besar yang dipakai Zarco adalah penyebab motor sulit dikendalkan dan menurut gw ini yang menjadi musabab Papa Joan lebih sering DNF dibanding finish. Jadi ketika Papa Joan nedumel mesinnya lambat, Luca justru merasa mesin lambat ini adalah titik awal pengembangan motor karena pada akhirnya mesin itu cocok dengan aero baru sehingga bisa mendapat lebih banyak grip di ban belakang, hal utama yang mereka cari lalu dari sana baru mereka mencoba menaikkan power mesin.
"Masalah terbesar kami saat ini adalah start. Di lap pertama kami kehilangan banyak hal, yaitu (nyaris satu) detik di setiap lap. Dan hanya ketika kita memperbaikinya, kita semakin dekat dengan persaingan. Situasinya tidak mudah, karena semua orang bekerja keras dan sebagian besar telah melakukan perubahan positif sepanjang musim. Ducati dan Aprilia khususnya bisa mencapai kecepatan menikung yang jauh lebih tinggi. Kami tidak bisa melakukannya. Kami perlu mengerem lebih awal dan menahan rem lebih lama. Saat menikung kita harus memperlambat motor untuk menikung. Ini adalah masalah terbesar kami saat ini. Kami tidak bisa menyelesaikannya dengan gaya mengemudi kami. Kami membutuhkan pembaruan. Dengan pembaruan (mesin baru) tahun ini kami sedikit meningkatkan grip pada ban belakang. Tentu masih kalah dengan Ducati, Aprilia, dan KTM. Mesin Zarco memiliki tenaga dan kecepatan yang sedikit lebih besar di lintasan lurus, namun mesin ini sangat sulit dikendarai. Saya tidak suka. Ini bukan cara yang tepat untuk mengembangkan motor masa depan.. Mesin saya lebih lambat dari Zarco tapi ini pilihan saya, ini lebih baik (dalam menyelesaikan masalah grip)" kata Luca yang dari bicaranya memang ketahuna dia sangat analitis dan metodis.
Dia sepertinya lebih memilih memulai dari mesin power kecil untuk mencari grip belakang yang selama ini hilang gegara pengembangan untuk si culas yang selalu memakai grip ban depan. Setelah mendapatkan grip baru dia ingin Honda mengembangan motor dengan mesin yang lebih powerful. Nampaknya inilah metode Ducati ketika dulu mesinnya masih sangat liar, mereka memutuskan mencari grip dengan update dan aero sejak tahun 2022 dan menurunkan power mesin. Mesin lebih powerful baru dikembangkan kembali di Desmo GP24 (Papi Peri Gigi bilang di akhir tahun lalu) setelah mereka akhirnya menemukan motor yang lebih mudah dikendalikan di tahun 2022 (ketika Pecco minta motor yang g terlalu powerfull dan g terlalu liar untuk dia kembangkan mulai tahun 2021). Cara ini yang nampaknya dipakai Luca.

Dg power kecil+grip lbih dpt jd bsa ngmbangin ke bnyak hal trutma pengereman +kcepatan mnikung, mugkin kalah pas lurus tp bisa coba d kejar pas di tikungan, khas yamaha dulu😄
BalasHapusIya juga yak...
Hapususaha susah payah nyari setup ban belakang biar dapat grip, ehhh kena ban apes itu nyakitin nggak sih ekekekek
BalasHapusApes mah selama g dijatah, akan ada saatnya dapat KW1 atau ori... Menurut gw ustru bagus klo mereka ada data apes, akan mirip efeknya dengan Ducati ngetest di track kurang grip.
Hapus