Ducati Yang Tahun Depan Kehilangan 3 Kader Terbaik Dan 1 Team Satelit Terloyal Demi Si Culas Marc Marquez: Saya Punya Pendapat Yang Jelas Mengenai Marc Marquez Dan Tidak Akan Mengubahnya, Yang Saya Tiidak Mengerti Adalah Apa Yang Dipikirkan Ducati Atas Keputusannya







Pasca kisruh yang sempat kembali memanas tahun lalu di podcast pasca si culas lolos DLLP gegara nyeruduk Papa Alice di Portimao, ayank bebe #Mbak_Yu Valentino rossi kembali ditanya soal si culas itu pasca sindiran anak didiknya Pecco Bagnaian kepada si culas yang bahkan setelah memakai motor pabrikan terbaik di track pun masih aja culas dan malas maunya menelpel ke orang untuk cetak lap tercepat kek lintah pengisap darah.Yang bikin perkra curi kintil inijadi toxic adalah karena si culas justru memanipulasi kondisi curang dam malasnya dengan bilang bahwa orang yang di curi kintil seharusnya merasa beruntung sudah dicrangi dan diisap darahnya. Ini yang gosipnya pasca fansnya memfitnah rider SSBK Nicolo Bulega, membuat DPRD membutuskan menghentikan skenario hure-hure kombek aka jatah ori yang selama berthanu-tahun mendukungnya dicabut. Toksk yang tersebar secara g sehat karena fans yang rela menghalalkan memfitnah rider dari kelas lain dan pandangan manipulatifnya yang akan membuat rider Moto3 makin rusak, makin curang dan makin malas adalah alasan utama kenapa membiarkan dia hure-hure dengan "bantuan curang" juga akan jadi bumerang bagi DPRD Tingkat Pusat. Bebeb Vale begittu ditanya oleh media #KtpF (journo #KtpF ini pinter banget mancing tanpa maksud adu domba) langsung vibe negatif.

Ducati selalu beralasan memilih si culas karena performa (yang mana tu performa g jelas dari sedotan mana di liat karena menang sekali pun belum) dan mereka menolak menyetujui bahwa penentangan yang diberikan oleh para Ducatisti (terutama setelah WDW Clash)  adalah karena si culas sebagai personal dengan karakter yang g layak untuk Ducati dan para petinggi menuduh bahwa #SepangClash 2015 lah yang membuat keputusa ini jadi kontroversi di Italia. Bebeb Vale menolak dijadikan tameng oleh Ducati. Karena menurutnya karakter culas Marc Marquez-lah yang jadi penyebab Ducatisti menentangnya, bukan karena Sepang Clash. Jadi percuma membawa argumen bahwa si culas sengaja dijadikan adipati tahun depan untuk membuktikan Pecco adalah jurdun terbaik, karena ini memang g pernah diakui oleh #ABR dan publik #KtpS yang beralasan Pecc jurdun gegara motor. Lha itu motor Pecco yang kembangkan sendiri ya maaf, dia berarti menang karena motor yang dia kembangkan sendiri.


"Saya memiliki pendapat yang jelas mengenai dia dan saya tidak akan pernah mengubahnya. Sejujurnya saya tidak mengerti ceritanya (keputsan Ducati) mengingat segala sesuatunya sepertinya sudah dilakukan untuk menyambut Martin. Meski begitu, Bagnaia sudah siap, dia sudah dua kali menjadi juara dunia MotoGP dan tengah memperjuangkan gelar ketiganya. Dia membuat perbedaan dan berhasil meningkatkan standar. Secara pribadi saya tidak pernah meragukan kemampuannya. Menurut saya dia tidak membutuhkan Marc di garasi untuk membuktikan dirinya nomor 1. Konsekuensi dari langkah ini adalah perginya Prima Pramac. Dan mngingat bahwa pabrikan Emilian telah menggerakkan sistem yang menarik dengan piramida yang memungkinkannya. generasi muda untuk maju dengan impian suatu hari nanti dipromosikan dari team pabrikan, yang diperkirakan (jadi adipti tahun depan) adalah Jorge dan Bezzecchi. Tapi dengan perubahan strategi Ducati yang tiba-tiba, jelas mereka merasa dikhianati" kata bebeb Vale.


Kemenangan Enea membuat Ducati kembali menjadi sasaran kritik gegara keputusannya soal si culas Marc Marquez. Harapan ducati adalah di WDW kemarin para Ducatisti bisa mengenal si culas lebih dekat, lhaaa dia malah bikinmanuver g erlu. Ditambah pernyataannya yang bikin fasnnya memfitnah rider utama Ducati di WSBK, Nicolo Bulega. ditambah pernyataannya soal curi kintil. Ditambah kemenangan ganda Enea di Silverstone. Sekarang bebeb Vale ngomong g berniat merubah pandangannya soal si cula yang emang culas. Kita lia apakah Ducati akan rela bayar penalti super mihil untuk membatalkan pengumuman atau pasrah karena blunder tanpa henti sejak awal musim ketika pengumuman dengan Aldeguer.


Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Misal ducati batalin, yg jadi adipati siapa mbakyu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo misal beneran batal kontrak, yg naik ke ducati pabrikan kayaknya diggia

      Hapus
    2. Digia karena cuma dia rider terbaik yang tersisa di Ducati. Yang 3 itu sudah pengumuman, harus bayar penalti klo batal juga.

      Hapus
  2. Akhirnya Dorna tercerahkan. Mungkinkah ini pertanda langit akan segera menagih santan instannya si culas? Jadilah breaking news sebelum tengah musim taun depan (?)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaah mari kita tunggu sambil ngunyah kuaci...

      Hapus
  3. Nah menurutku lebih masuk akal ducati kasih aja spek pabrikan ke gresini dgn harga sewa seperti spek bekas/gratis. Jadi imbang 4 baru dan 4 bekas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ducati g pernah nyewain tapi jual. Dan harga motor pabrikan meski disubsidi pun harganya tetap lebih mahal dari spec bekas. Ducati g semurah hati itu sama Gresini, mereka sudah kasih terlalu banyak diskon ke Gresini sejak awak stas nama hubungan baik dengan mendiang Gresini. Sekarang bahkan itu tea mau dijual artinya bahkan untuk bayar motor bekas pun mereka sulit. Jadi jelas karena cawe2 mau si culas tetap di Ducati mau g mau ya jadi adipati

      Hapus
  4. Pengumuman ditarik, narik lagi enea ke ducati corse itu lebih baik ketimbang pertahanin si culas yg blundernya fatal banget.. mending bayar penalti double double ketimbang langit nagih terus ke ducati dan buat blunder terus2an

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhaaa duit dari mana bayr penalti ke si clas dan penalti Enea/Martin ke Aprilia dan tech3... Bukan rahasia duit Ducati cekak karena Audi lagi fokus mau ke F1.

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...