Jorge Martin Yang Berada Dibawah Tekanan Popularitas Marc Marquez Demi Seat Team Pabrikan: Siapa Nomor 1...?? Siapa Nomor 1...?? Ini wilayah Martinator...!!!




Papi Peri Gigi makin pusing tujuh keliling karena poin si cemen #JurdunMalinKundang Marc Marquez sudah menyamai adipati Ducati saat ini, Enea Bastianini dan hanya tertinggal 2 poin dari si kinyis #IkanNiuDiluarRencana Pecco Bagnaia di klasemen kedua.  Jorge Martin yang sejak awal weekend mulai dihianati oleh para journo Spanyol dengan bilang dia g layak untuk jadi team mate Pecco meski performa bagus karena kalah popularitas nampak berada di bawah tekanan untuk membuktikan dia adalah rider terbaik Ducati yang berusaha dengan kerja sangat keras sejak tahun lalu untuk seat itu. #FrenchGP menjadi pembuktian mutlaknya.



“Mencetak rekor, memenangkan Sprint dan GP sungguh sulit, jadi saya berkata pada diri sendiri: 'Siapa yang nomor 1? Siapa nomor 1?' dan saya merasa akhir pekan ini saya sudah pasti menjadi nomor 1 dan saya sangat senang dengan hal itu. Mengalahkan Pecco dan Marc itu gila, mereka adalah juara yang luar biasa sementara saya belum menjadi juara, jadi bagi saya itu sungguh fantastis. Itu adalah balapan yang hebat dan saya pikir menang di depan dua juara seperti Marc dan Pecco memberikan kepercayaan diri yang besar. Saya sangat senang berada di posisi ini hari ini.Kita lihat saja apa yang terjadi di balapan berikutnya, tapi hari ini saya akan menikmati hari ini dan merayakannya, karena sangat sulit untuk menang di MotoGP dan setiap saat berhasil melakukannya, itu harus dirayakan. Bukan karena saya menang hari ini sehingga saya lebih baik dari kemarin atau sehari sebelumnya, tapi yang jelas hari ini saya yang terkuat. Saya yakin mereka juga merupakan rival yang harus dikalahkan demi meraih gelar, saya sudah mengetahui hal ini sebelum awal tahun dan mereka sedang membuktikannya. Saya yakin saat ini kami bertiga adalah pebalap yang berada di level tertinggi dan itu akan menjadi pertarungan yang panjang, tantangannya sangat besar, karena mereka adalah juara yang hebat dan mengalahkan mereka bahkan lebih sulit, tapi sekarang saatnya untuk melakukan yang terbaik” katanya lega berhasil keluar jadi pemenang di tengah tekanan desakan para fans dan journo Spanyol untuk memaksa Ducati membuangnya demi si cemen #JurdunMalinKundang Marc Marquez. 

“Ya, sekarang ini wilayah Martinator (tersenyum). Tahun lalu saya nyaris melakukannya, tetapi tahun ini saya menyelesaikan pekerjaan itu. Menurut saya ini bukan kemenangan yang terbaik. Saya pikir kemenangan di Misano tahun lalu sangat mengesankan. Pastinya kemenangan adalah kemenangan, tapi hari ini kami tidak saling bertarung hingga lap terakhir, jadi menurut saya ini bukan balapan terhebat saya, tapi yang pasti salah satu yang terbaik" katanya yang kembali ditanya soal perkataannya yang bilang Ducati sebenarnya sudah memutuskan siapa teamate Pecco dan itu bukan dia.


“Saya selalu ditanyai pertanyaan-pertanyaan ini, tapi saya tidak ingin membicarakannya. Saya pikir apakah menang di sini dan di Montmelo atau tidak, saya adalah pembalap yang sama, orang yang sama, jadi saya rasa keputusan mereka tidak akan berubah. Keputusan apa pun yang datang, akan baik-baik saja bagi saya. Saya sekarang di team satelit, saya jelas punya materi pabrikan, tetapi pada akhirnya, Ducati bekerja untuk membuat Ducati (team pabrikan dengan support penuh) menang. Dan inilah mengapa para pembalap berharap untuk berada di team pabrikan. Tapi team saya luar biasa, mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Setelah kecelakaan di kualifikasi, saya membalap dengan motor yang sama (Pramac berhasil memperbaiki motor yang crash) dan selalu sempurna. Saya sangat senang berada di sini di team Pramac" tutupnya.  

Dan para fans Spanyol mulai meminta Ducati menyingkirkan Pecco demi bisa menaikkan si cemen #JurdunMalinKundang Marc Marquez karena menjegal Martin memang akan tampak seperti kriminalitas konspirasi Saving Private Marc Season 2. Ya g bisa lah Pecco di singkirkan karena dia berjasa besar mengembalikan gelar jurdun ke tangan Ducati bahkan 2 tahun berturut-turut. Somehow I think Marc Marquez fans and Spanish journo are kind of dirty toxic things in MotoGP today. They do all the dirty scenarios to save the old Marc Marquez butt. They look like cancer that need to be ripped off now. G tau aja itu santan instan malah idolanya yang mesti tanggung. Semoga ujungnya malah g jadi briking nius itu tumpukan utang dan bunga santan instan. Semoga gw salah. 

Follow Twitter (update artikel dan curhatan) dan Youtube (podcast) #Mbak_Yu username @mbakyuaja #MarcoBezzecchi #LucaMarini #FrancoMorbidelli #PeccoBagnaia #MotoGP

Komentar

  1. Apa mungkin sicemen bakal dapat ducati pabrik di gresini secara gratis jika berada di klasemen top 3 bahkan runner up mungkin hingga akhir musim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Marc tetap pengen seat pabrikan. Karena bener kata Mrtin, support update part jauh lebih cepat dan tanggap dibanding team satelit karena Papi Peri Gigi langsung yag turun tangan.

      Hapus
    2. Jika sicemen gagal kudeta seat adipati nah bakal kemana itu, apa mungkin ke aprilia ganti paksa aleix atau ke ktm ganti jack sementara acosta di berikan jatah ban apes agar sicemen dgn mudah dapat seat pabrikan.

      Hapus
    3. Acosta g akan kehilangan seat pabrikan karena gosip spoi-spoi dia sudah tanda tangan perpanjangan kontrak 2 tahun untuk team pabrikan gantikan Papa Pip cuma belum pengumuman aja. Klo dia gagal dapat seat adipati dan Gresini bisa dapat motor pabrikan tahun depan. Dia akan rela mbayar mahal karena ke Aprilia memang opsi bagus tapi motor pabrikannya masih kurang mumpuni dibanding bahkan motor bekas Ducati sekali pun.

      Hapus
  2. Tuh fans emang udah kopyor kali ya otaknya, musim masih baru dimulai juga udah pada nyocot aja minta biar pecco yg didepak. Yg bener mah cocotnya para fans nya & journo ga jelas tuh yg di depak biar pada mingkem. Bikin ricuh mulu, heran.

    BalasHapus
  3. Bentar mbakyu apa papi peri gigi/Ducati punya santen instan kagak..? Atau lagi di uji..?
    Soal nya jadi ribet gini Ama perkara nih satu rider tua ..?
    Ini baru beberapa race lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gw setuju dengan Opa Pernat, Papi Peri Gigi yang cari gara-gara karena memang awalnya menolak si cemen ke Gresini, tapi waktu itu Gresini bilang klo g mau ya subsidi lebih banyak dan Papi Peri Gigi menolak, jadinya Papi Peri Gigi harus membela Gresini dalam rapat pemegang saham untuk keputusan ini. At the end, senjata makan tuan. Tapi gw rasa itu karena Papi Peri Gigi g mau Ducati subsidi terlalu banyak sama team sorry to say terkismin di track ini. Bukan salah Papi Peri Gigi. Langit bakal bikin kakinya kuat dan tegak memutuskan nanti. Gw anggap pembelaan Papi Peri Gigi atas keputusan Gresini adalah santan instan baik Papi Peri Gigi semoga gw salah bahwa langit akan bantu dia memutuskan dengan mutlak.

      Hapus
  4. Martin ke lenovo ducati, marc dpt motor pabrikan, win win solution, kecuali tahun ini marc bisa jurdun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makes mau nya team pabrikan

      Hapus
    2. Para buzzer dan gw yakin DPRD tingkat Pusat pengen dia ke team pabrikan. Munafik klo dia g mau klo memang ada peluang dia di sana bahkan klo di atas kertas dia kalah dari Martin. Kecuali Ducati sudah memutuskan dia g dapat itu seat, gw rasa dia akan tetap di Gresini dan bayar lebih untuk pake motor pabrikan.

      Hapus
    3. Jika pramac tetap di ducati kontrak 2 tahun dgn motor pabrikan 1 dan motor bekas 1 terus motor pabrikan 1 lagi bakal kemana jadi perebutan team vr46 serta gresini

      Hapus
  5. ribet amat ini rider tuwir penyakitan. kaga bersyukur HRC ga minta kuaci putus kontrak, makin kesini makin ngelunjak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting dia bahagia kitinyi... Wkwkwkwkwk...

      Hapus
    2. Yg penting ga hilang dari sorotan media ekekekek di tahun 2023 sempat tenggelam

      Hapus
  6. Semoga papi gigi belajar dr kasus enea,,ngambil enea lompatin martin eh santan instan enea cedera bapuk setahun,,jgn ambil si cemen drpd karma sm martin si cemen tiba2 pensi,,kasian jug Si martin gegara si cemen jd ga keliatan bagusnya pdhl dia konsisten

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu yang gw bilang udah kek kriminal nyuri hak orang atas nama popularitas. Santan instan si cemen emang udah mulai numpuk lagi jadi kita liat aja langit bakal gimana untuk memudahkan Papi Peri Gigi membuat keputusan. Klo kata Acosta "saya mah gampang siapa yang dapat 40 poin pertama di klasemen awal musim adalah pemenangnya".

      Hapus

Posting Komentar

Ngegosip...?? Komen Gih... Tapi Inget Gw Tetap RAZIA... Ekekekekek...